Prioritastv.com, Purwakarta, Jawa Barat – Peristiwa tragis terjadi saat sebuah acara pernikahan di wilayah Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Seorang pemilik hajatan bernama Dadang Bin Jamini Supriatna meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh sekelompok pemuda, Sabtu 4 April 2026.
Insiden tersebut terjadi di kawasan PTPN VIII Cikumpay, Desa Kertamukti, saat korban tengah menggelar pesta pernikahan putrinya.
Berdasarkan informasi, kericuhan bermula ketika sejumlah pelaku datang sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi diduga mabuk dan meminta uang sebesar Rp500 ribu untuk membeli minuman keras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab, korban yang sebelumnya telah memberikan Rp100 ribu menolak permintaan tambahan tersebut, hingga memicu pertengkaran yang berujung aksi kekerasan.
Akibat penganiayaan tersebut, korban dipukul menggunakan bambu di halaman rumahnya hingga mengalami luka serius. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 15.20 WIB.
Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti berupa potongan bambu yang diduga digunakan pelaku.
“Penanganan dilakukan mulai dari pengecekan TKP, pengumpulan bukti, hingga pemeriksaan saksi,” kata Enjang, Minggu 5 April 2026.
Ia menyebut, dalam perkembangan terbaru, pihaknya menduga jumlah pelaku lebih dari satu orang atau sekitar 10 orang. Salah satu terduga pelaku bernama Kendi Renaldi (34) diketahui telah menyerahkan diri ke Polres Purwakarta.
“Namun ini masih dalam pengembangan. Kami dari Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat dan mudah-mudahan bisa segera mendapatkan hasil dalam waktu kurang dari 24 jam,” tegasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci peran Kendi dalam kasus tersebut, begitu pula dengan identitas pelaku lainnya yang masih dalam proses penyelidikan.
Menanggapi insiden tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut angkat bicara. Melalui akun media sosialnya, KDM sapaan akrab Gubernur Jawa Barat itu menyatakan bahwa kasus pengeroyokan tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian. “Sudah ditangani Polres Purwakarta,” tulisnya saat merespons pertanyaan warganet. (*)








