Prioritastv.com, Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas peristiwa tewasnya seorang pemilik hajatan di Kabupaten Purwakarta yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang.
Permohonan maaf tersebut disampaikan KDM, Senin 6 April 2026 melalui akun media sosial pribadinya menyusul insiden yang menewaskan Dadang Bin Jamini Supriatna.
“Menyikapi peristiwa yang menimpa Pak Dadang, meninggal akibat aksi pemalakan sekelompok orang, saya sebagai Gubernur Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga atas kelalaian kami, sehingga tidak bisa melindungi warga dan terjadi peristiwa yang menyakitkan,” tulisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diketahui, peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban menggelar acara pernikahan anaknya di kawasan PTPN VIII Cikumpay, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Sabtu (4/4/2026).
Kejadian bermula ketika sekelompok pemuda datang sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi diduga mabuk dan meminta uang sebesar Rp500 ribu untuk membeli minuman keras.
Korban yang sebelumnya telah memberikan Rp100 ribu menolak permintaan tambahan tersebut, hingga memicu keributan.
Situasi kemudian memanas dan berujung aksi kekerasan. Korban diduga dipukul menggunakan bambu di halaman rumahnya hingga mengalami luka serius.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 15.20 WIB.
Kasi Humas Polres Purwakarta, Enjang Sukandi, mengatakan jumlah pelaku diduga lebih dari satu orang atau sekitar 10 orang. Salah satu terduga pelaku, Kendi Renaldi (34), telah menyerahkan diri. (*)








