Harga Plastik Naik, Pedagang Tempe di Pringsewu Keluhkan Omzet Menurun

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 19:41

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Maman, penjual tempe di Pasar Sarinongko, Pringsewu yang merasakan imbas kenaikan harga plastik saat dikunjungi Jumat 10 April 2026 | Samuel/Media Prioritastv.com.

Maman, penjual tempe di Pasar Sarinongko, Pringsewu yang merasakan imbas kenaikan harga plastik saat dikunjungi Jumat 10 April 2026 | Samuel/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Kenaikan harga plastik sebesar Rp2.000 berdampak langsung terhadap pedagang kebutuhan pokok, khususnya tempe, di wilayah Pringsewu. Imbasnya, ukuran tempe yang dijual di pasaran kini mengalami penyusutan dari sebelumnya berukuran besar menjadi lebih kecil.

Salah satu pedagang, Maman, yang berjualan di Terminal Sarinongko, mengaku harus menyesuaikan ukuran dagangannya agar tetap bisa dijual di tengah kenaikan biaya produksi. Ia mulai berjualan sejak pukul 03.00 WIB hingga 10.00 WIB setiap harinya. Namun, perubahan ukuran tersebut tidak serta-merta menjaga stabilitas pendapatan.

“Pendapatan saya mengalami penurunan dan tidak menentu. Dulu dagangan bisa habis, sekarang sering ada sisa yang harus dibawa pulang,” ujar Maman saat diwawancarai wartawan Prioritastv.com, Jumat (10/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kenaikan harga plastik menjadi salah satu faktor yang cukup memberatkan pedagang kecil. Selain itu, daya beli masyarakat juga turut memengaruhi penjualan, sehingga omzet yang diperoleh tidak lagi seperti sebelumnya.

Maman berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi pedagang kecil yang terdampak. Ia juga berharap situasi global yang memengaruhi harga bahan baku dapat segera membaik.

“Saya berharap pemerintah daerah memperhatikan nasib pedagang kecil seperti kami. Mudah-mudahan kondisi dunia membaik, sehingga harga bisa kembali normal, dan tempe bisa dijual seperti semula,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru