Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Kenaikan harga plastik sebesar Rp2.000 berdampak langsung terhadap pedagang kebutuhan pokok, khususnya tempe, di wilayah Pringsewu. Imbasnya, ukuran tempe yang dijual di pasaran kini mengalami penyusutan dari sebelumnya berukuran besar menjadi lebih kecil.
Salah satu pedagang, Maman, yang berjualan di Terminal Sarinongko, mengaku harus menyesuaikan ukuran dagangannya agar tetap bisa dijual di tengah kenaikan biaya produksi. Ia mulai berjualan sejak pukul 03.00 WIB hingga 10.00 WIB setiap harinya. Namun, perubahan ukuran tersebut tidak serta-merta menjaga stabilitas pendapatan.
“Pendapatan saya mengalami penurunan dan tidak menentu. Dulu dagangan bisa habis, sekarang sering ada sisa yang harus dibawa pulang,” ujar Maman saat diwawancarai wartawan Prioritastv.com, Jumat (10/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kenaikan harga plastik menjadi salah satu faktor yang cukup memberatkan pedagang kecil. Selain itu, daya beli masyarakat juga turut memengaruhi penjualan, sehingga omzet yang diperoleh tidak lagi seperti sebelumnya.
Maman berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi pedagang kecil yang terdampak. Ia juga berharap situasi global yang memengaruhi harga bahan baku dapat segera membaik.
“Saya berharap pemerintah daerah memperhatikan nasib pedagang kecil seperti kami. Mudah-mudahan kondisi dunia membaik, sehingga harga bisa kembali normal, dan tempe bisa dijual seperti semula,” tutupnya. (*)

Samuel bernama lengkap Lamagus Roysamuel Vicner adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 16833-LSPR/WDa/DP/X/2019/02/03/87.







