Prioritastv.com, Jakarta – Ancaman musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dan kering pada 2026 mendorong Pemerintah Kota Metro bergerak lebih cepat. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menghadiri rapat koordinasi mitigasi kekeringan lahan pertanian di Kementerian Pertanian, Senin, 20/4/2026, sekaligus mengajukan langsung bantuan alat dan mesin pertanian kepada pemerintah pusat.
Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi El Nino pada semester kedua 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau tahun ini akan lebih kering dan lebih panjang dibanding rata-rata normal, dengan peluang munculnya El Nino lemah hingga moderat mulai Juni sampai Agustus.
Dalam rapat yang dipimpin Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pemerintah pusat meminta daerah segera memetakan kawasan rawan kekeringan, mempercepat program pompanisasi, dan menyiapkan tanam serentak untuk menjaga produksi pangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita menghadapi ancaman serius. El Nino tahun ini diprediksi lebih kering dari rata-rata. Mitigasi harus dilakukan secara luar biasa,” kata Amran.
Ia juga menegaskan, kehadiran langsung kepala daerah menjadi ukuran keseriusan pemerintah daerah dalam memperoleh dukungan pusat. “Saya apresiasi kepala daerah yang hadir langsung tanpa diwakilkan. Kalau hanya diwakili, anggaran bantuannya bisa kami evaluasi,” ujar Amran.
Upaya “jemput bola” yang dilakukan Bambang membuahkan hasil. Pemerintah Kota Metro dipastikan menerima bantuan alsintan berupa 28 unit traktor roda empat, 20 unit combine harvester, serta 61 unit pompa air. Dari jumlah itu, 56 unit merupakan pompa tiga inci dan lima unit lainnya pompa enam inci.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian bisa memberi dampak nyata bagi petani. Produksi harus tetap terjaga meskipun perubahan iklim mengancam,” kata Bambang.
Menurut BMKG, kondisi ENSO saat ini masih berada pada fase netral. Namun, mulai pertengahan tahun terdapat peluang sekitar 55 persen hingga 61 persen El Nino berkembang, yang berpotensi membuat kemarau di Indonesia lebih kering dan berkepanjangan.
Selain membahas ancaman kekeringan, rapat juga memaparkan kondisi cadangan beras nasional. Pemerintah memperkirakan stok beras pada April 2026 mencapai 4,93 juta ton, mendekati lima juta ton, yang disebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan tambahan alsintan tersebut, Bumi Sai Wawai dinilai memiliki kesiapan lebih baik menghadapi musim kemarau panjang. Kehadiran langsung wali kota dalam forum itu sekaligus menunjukkan bahwa di tengah ancaman iklim, daerah yang aktif mendatangi pusat cenderung lebih cepat memperoleh dukungan. (*)
Raditya adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kota Metro Lampung.







