Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kondisi memprihatinkan ruang kelas jauh SDN 1 Tanjung Raja di Pedukuhan Batu Nyangka, Kecamatan Cukuh Balak, akhirnya mendapat perhatian serius. Bangunan sekolah yang telah berusia puluhan tahun dan nyaris ambruk itu akan segera dibangun ulang melalui keterlibatan TNI bersama berbagai pihak.
Hal itu disampaikan Komandan Kodim 0424/Tanggamus, Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono menindaklanjuti laporan yang viral di masyarakat, dengan menginstruksikan jajarannya untuk turun ke lokasi guna melakukan peninjauan sekaligus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan warga setempat, Rabu (6/5/2026).
Hasil peninjauan menunjukkan kondisi bangunan sangat memprihatinkan. Ruang kelas yang telah berdiri sekitar 22 tahun itu terbuat dari papan yang mulai lapuk, dengan atap seng berkarat, dan belum pernah diperbaiki sejak pertama kali dibangun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami segera menindaklanjuti laporan yang masuk terkait kondisi sekolah ini. Kodim 0424/Tanggamus bersama Satgas TMMD siap membantu pembangunan ruang kelas baru agar kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung dengan lebih aman dan nyaman,” kata Dandim.
Ia menegaskan, keterlibatan TNI merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, terutama di wilayah terpencil yang masih minim fasilitas.
“Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparatur pekon, dan masyarakat setempat untuk mempercepat realisasi pembangunan. Satgas TMMD juga akan diterjunkan untuk mendukung proses pengerjaan di lapangan,” tambahnya.
Kepala Dusun Batu Nyangka, Joni, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Kodim 0424/Tanggamus. Ia berharap pembangunan segera terealisasi agar anak-anak dapat belajar dengan lebih layak.
“Kami sangat berterima kasih. Sekolah ini awalnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat dan sudah dihibahkan kepada pemerintah. Harapan kami, pembangunan ruang kelas baru ini bisa segera terwujud demi masa depan anak-anak di sini,” ungkapnya.
Dengan adanya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah terpencil seperti Batu Nyangka diharapkan dapat segera terealisasi, sehingga siswa dapat belajar dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman.
Diketahui, akses menuju lokasi sekolah menjadi tantangan tersendiri. Letaknya yang berada di daerah terpencil dengan jalur sempit di antara jurang terjal membuat mobilitas warga cukup sulit, terutama saat musim hujan.
Meski begitu, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para guru dan siswa. Proses belajar mengajar tetap berlangsung setiap hari dengan penuh keterbatasan.
Saat ini, kegiatan belajar mengajar di lokasi tersebut diikuti oleh 13 siswa dari kelas 2 hingga kelas 5 dengan bimbingan satu orang guru. Untuk siswa kelas 6, proses pembelajaran dipusatkan di sekolah induk sebagai bagian dari persiapan menghadapi ujian akhir. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







