Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Gelombang besar menghantam kawasan pesisir Kota Agung, termasuk Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) hingga wilayah Lingkungan Kapuran, Kelurahan Pasar Madang, Kabupaten Tanggamus, pada Senin (18/5/2026) hingga Selasa (19/5/2026). Akibatnya memperparah tanggul yang jebol sebelumnya sekitar 100 meter.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setelah video dan foto kondisi ombak yang menerjang area dermaga ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, ombak terlihat menghantam bibir dermaga hingga membuat warga sekitar menghentikan aktivitas untuk menyaksikan kondisi laut yang tidak biasa.
Situasi di kawasan pesisir Kota Agung pun mendadak ramai diperbincangkan masyarakat. Sejumlah nelayan memilih tidak melaut karena khawatir dengan tingginya gelombang dan kondisi pasang air laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hidayat, salah satu nelayan di Kapuran, mengatakan kondisi laut sudah mengalami pasang sejak beberapa hari terakhir, namun gelombang terbesar terjadi sehari sebelumnya. Akibatnya, sejumlah perahu nelayan dilaporkan mengalami kerusakan.
“Keadaan laut lagi besar, sebagian nelayan tidak bisa melaut dan takut karena gelombang tinggi. Banyak perahu yang rusak, kami jadi kesulitan mencari nafkah,” kata Hidayat.
Ia juga menambahkan, masyarakat nelayan di Kapuran berharap adanya langkah konkret untuk melindungi rumah warga serta aktivitas melaut dari ancaman gelombang tinggi.
“Kami berharap ada penanggulangan dari pemerintah, seperti pembangunan tanggul agar ombak tidak masuk ke permukiman dan kapal bisa lebih aman,” tandasnya.
Sementara itu, Lurah Pasar Madang, Mega Sari, mengatakan berdasarkan pemantauan di lapangan, gelombang tinggi terjadi pada malam hari hingga dini hari dan sempat membuat warga waspada.
“Ombak besar terjadi sekitar pukul 02.00 WIB hingga dini hari. Untuk sementara tidak ada korban jiwa dan kerusakan yang terjadi tidak signifikan,” kata Megasari.
Mega menyebut, pihaknya telah mengambil langkah awal dengan mengusulkan penanganan kepada instansi terkait. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat pesisir yang terdampak gelombang tinggi.
“Kami berharap proposal yang sudah kami usulkan ke Dinas PU dapat segera direalisasikan, karena ini sangat dibutuhkan masyarakat pesisir, khususnya warga Kapuran,” tandasnya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







