Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Tanggamus Kembali Kunjungi Kediaman Warga Putus Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:57

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas sosial Tanggamus Hardarsyah saat memberi pemahaman kepada anak dan orang tua anak putus sekolah di rumah kediaman Rena dan Rendi di Pekon Tanjung Jati Kecamatan Kota Agung Timur didampingi sekertaris Dinas Pendidikan Pramadiya, Kabid Dikdas Madrizal dan Kadis Komimfo Tanggamus Suhartono, Jum'at 22 Mei 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Kepala Dinas sosial Tanggamus Hardarsyah saat memberi pemahaman kepada anak dan orang tua anak putus sekolah di rumah kediaman Rena dan Rendi di Pekon Tanjung Jati Kecamatan Kota Agung Timur didampingi sekertaris Dinas Pendidikan Pramadiya, Kabid Dikdas Madrizal dan Kadis Komimfo Tanggamus Suhartono, Jum'at 22 Mei 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pemerintah Kabupaten Tanggamus kembali mendatangi kediaman Rena dan Rendi di Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, Jumat, 22 Mei 2026. Kunjungan kedua ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut sekaligus memastikan penanganan terhadap dua anak yang sebelumnya ramai diberitakan karena putus sekolah.

Tim yang hadir terdiri dari Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus, Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kominfo Suhartono, serta aparatur pekon setempat. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memastikan persoalan pendidikan Rena dan Rendi tidak dibiarkan begitu saja.

Kunjungan kedua ini menjadi penegasan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanggamus terus melakukan pendampingan terhadap keluarga tersebut, baik dalam bidang pendidikan maupun bantuan sosial, agar anak-anak di Tanggamus tetap memiliki kesempatan melanjutkan masa depan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, Madrizal mengatakan sejak Selasa lalu pihaknya bersama Dinas Sosial telah turun langsung ke rumah keluarga tersebut untuk melihat kondisi sebenarnya.

“Intinya kami ingin memastikan penyelesaian atas persoalan Rena dan Rendi yang sempat terpublikasi dan terkesan pemerintah abai. Faktanya sejak hari Selasa kami sudah turun langsung ke rumah ini,” kata Madrizal.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pendampingan dan penelusuran yang dilakukan, Dinas Pendidikan memastikan Rena akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur PKBM pada tahun ajaran 2026–2027.

Menurut Madrizal, sebelumnya Rena sempat mengenyam pendidikan di pondok pesantren salafiyah di Tasikmalaya. Karena sistem pendidikan di pondok tersebut menggunakan jalur kesetaraan, maka ijazah yang diperoleh setara Paket B.

“Untuk Rena tadi sudah kami simpulkan berdasarkan hasil pembahasan bersama masyarakat, insya Allah akan kita fasilitasi masuk PKBM di tahun ajaran 2026–2027. Karena untuk tahun ini sudah tidak memungkinkan lagi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk Rendi, pemerintah masih memberikan waktu dan pendampingan agar yang bersangkutan benar-benar memiliki kesiapan untuk kembali melanjutkan pendidikan.

“Untuk Rendi sementara ini belum bisa diputuskan apakah akan melanjutkan atau tidak. Kami berharap keluarga dan lingkungan sekitar bisa membantu memotivasi supaya Rendi tetap mau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” tegas Madrizal.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus, Hardasyah, memastikan keluarga Ibu Erna alias Jumnah selama ini tetap mendapatkan perhatian pemerintah melalui berbagai program bantuan sosial.

“Sejak tahun 2023 sampai 2025 keluarga Ibu Jumnah menerima BLT Dana Desa. Tahun 2026 memang tidak menerima lagi karena adanya pengurangan anggaran. Tetapi untuk bantuan BPNT maupun bantuan pangan, beliau tetap menerima,” ujar Hardarsyah.

Ia juga menjelaskan alasan keluarga tersebut belum masuk sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Menurutnya, syarat penerima PKH harus memiliki komponen tertentu seperti anak balita, anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, atau lansia.

“Insya Allah apabila nanti anaknya kembali bersekolah, akan kami usulkan lagi agar bisa mendapatkan bantuan PKH,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru