Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kepolisian Sektor (Polsek) Pulau Panggung mengungkap kronologi kebakaran yang menghanguskan toko sembako milik Mahmud (60) di Pekon Pulau Panggung, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Selasa (9/6/2026) dini hari. Dari hasil identifikasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting arus listrik yang berasal dari bagian atas bangunan.
Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin mengatakan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan adanya kebakaran. Personel Polsek bersama warga, petugas pemadam kebakaran, dan pihak PLN melakukan upaya pemadaman, evakuasi serta pengamanan lokasi kejadian.
“Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 01.30 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun untuk memastikan penyebab pasti, masih dilakukan pendalaman lebih lanjut,” kata Iptu Suamin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, Selasa (9/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, toko sembako yang berada di lingkungan rumah korban tersebut ditutup seperti biasa sekitar pukul 21.00 WIB pada Senin malam. Saat itu tidak ada aktivitas mencurigakan maupun tanda-tanda kebakaran.
Namun sekitar pukul 01.30 WIB, warga dikejutkan dengan munculnya kobaran api dari bagian atap bangunan toko. Melihat api yang terus membesar, warga segera berupaya melakukan pemadaman sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Karena sebagian besar bangunan dan isinya merupakan barang dagangan yang mudah terbakar, api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian toko. Beruntung, respons cepat warga dan petugas berhasil mencegah kobaran api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
“Lokasi toko berada di area pemukiman dan menyatu dengan lingkungan rumah korban. Warga sempat khawatir api merembet ke bangunan lain, namun berkat kerja sama semua pihak api berhasil dikendalikan,” ujar Kapolsek.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan kobaran api sekitar pukul 02.30 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, kerugian material yang dialami korban cukup besar. Sedikitnya 110 tabung gas elpiji ukuran 5 kilogram, tiga tabung gas ukuran 10 kilogram, dua unit freezer es krim, satu lemari pendingin, serta berbagai stok kebutuhan pokok dan barang dagangan lainnya hangus terbakar.
“Seluruh isi toko mengalami kerusakan akibat terbakar. Kerugian sementara ditaksir mencapai kurang lebih Rp500 juta,” jelasnya.
Iptu Suamin juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak layak. Menurutnya, pemeriksaan berkala terhadap kabel, stop kontak, dan sambungan listrik sangat penting untuk mencegah terjadinya korsleting.
“Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Jika ditemukan kabel yang sudah tua, terkelupas, atau sambungan yang tidak standar, segera diperbaiki oleh teknisi yang berkompeten. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah terjadinya korsleting yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” pungkasnya. (*)

Mustar Aripin adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kabupaten Tanggamus.







