Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pemerintah Kabupaten Tanggamus terus berupaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program strategis.
Salah satu langkah yang kini menjadi fokus adalah penguatan sektor pendidikan serta hilirisasi hasil pertanian yang dinilai mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, usai menghadiri kegiatan Bakti Sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) yang dilaksanakan oleh Sentra Terpadu Inten Soeweno di Aula Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus, Selasa (9/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bupati Saleh Asnawi, pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan. Ia menegaskan bahwa anak-anak harus mendapatkan akses pendidikan yang layak agar memiliki kesempatan mengubah masa depan mereka.
“Dengan anak-anak sekolah, dengan sendirinya akan merubah nasib mereka. Itu harapan kita,” kata Saleh Asnawi.
Ia menjelaskan, setelah menyelesaikan pendidikan, anak-anak akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga dapat meningkatkan taraf hidup keluarga.
Karena itu, ia meminta masyarakat turut berperan aktif melaporkan apabila menemukan anak yang tidak bersekolah agar pemerintah dapat segera mengambil langkah penanganan.
“Makanya ini saya sampaikan, kalau nanti melihat ada anak yang tidak sekolah tolong sampaikan,” ujarnya.
Selain pendidikan, Bupati juga menyoroti pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Menurutnya, anak-anak yang terjerumus narkoba harus mendapatkan pendampingan dan rehabilitasi agar dapat kembali menjalani kehidupan yang produktif.
Di sektor ekonomi, Saleh Asnawi menilai potensi pertanian Tanggamus harus menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Ia meyakini kemajuan sektor pertanian akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk membuka peluang kerja bagi kaum perempuan di pedesaan.
“Pertanian maju, segalanya maju. Nanti di situ ibu-ibu bisa bekerja. Kalau ada pertanian, ada hasilnya, ada wisata dan sebagainya, masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Tanggamus tengah mengembangkan konsep hilirisasi pertanian. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi hasil kebun, tetapi juga mendorong pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah yang dapat dipasarkan lebih luas.
Menurut Saleh Asnawi, pemerintah daerah sedang menyiapkan berbagai dukungan, termasuk bantuan peralatan produksi skala kecil di desa-desa. Dengan demikian, kelompok masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dapat terlibat dalam kegiatan pengolahan hasil pertanian seperti cabai dan komoditas lainnya.
“Pemerintah daerah sedang mengusahakan adanya hilirisasi. Hasil pertanian seperti cabai dan lainnya akan dikemas lebih baik. Pemerintah membantu dengan mesin-mesin kecil di perkampungan sehingga ibu-ibu bisa berkumpul dan bekerja. Koperasi desa juga berjalan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Melalui kombinasi peningkatan kualitas pendidikan, pencegahan masalah sosial, serta penguatan sektor pertanian berbasis hilirisasi, Pemkab Tanggamus berharap jumlah keluarga prasejahtera dapat terus berkurang dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







