Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Forum Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK) Kabupaten Tanggamus menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Rabu (17/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diduga melibatkan lima kepala sekolah di Kabupaten Tanggamus.
Aksi yang dipimpin Ketua GRAK, Khaidir, dan diikuti sekitar 50 peserta itu diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Drs. Viktor Libradi, S.H., M.H., Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan personel Polres Tanggamus yang dibantu Satpol PP Kabupaten Tanggamus. Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri dengan tertib.
Dalam orasinya, Khaidir menyampaikan bahwa pihaknya menemukan dugaan penyimpangan penggunaan dana BOS di dua sekolah tingkat SMP dan tiga sekolah dasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kami menyampaikan aspirasi terkait temuan yang kami lakukan mengenai dugaan korupsi dana BOS yang ada di satuan pendidikan Kabupaten Tanggamus,” kata Khaidir.
Menurutnya, dugaan penyimpangan tersebut perlu menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan. Ia menilai pengawasan terhadap penggunaan dana BOS harus lebih diperketat agar anggaran pendidikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
“Ini yang mendasari kami menggelar unjuk rasa hari ini. Kami ingin pihak Dinas Pendidikan lebih proaktif dalam melakukan intervensi kepada sekolah-sekolah agar penyaluran dana BOS benar-benar tepat sasaran dan tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” tegasnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Viktor Libradi, mengapresiasi langkah yang dilakukan GRAK dan insan pers dalam menyampaikan informasi terkait dugaan penyalahgunaan dana BOS di lapangan.
“Terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah membawa dan memberikan informasi dari lapangan. Dengan adanya informasi seperti ini tentu sangat membantu kami dalam melakukan pengawasan,” ujar Viktor.
Ia menegaskan pihaknya akan segera melakukan klarifikasi terhadap lima kepala sekolah yang disebut dalam aksi unjuk rasa tersebut. Menurutnya, para kepala sekolah yang bersangkutan telah menyatakan kesiapan untuk memberikan penjelasan terkait penggunaan dana BOS di sekolah masing-masing.
“Dugaan penyalahgunaan dana BOS ini akan saya klarifikasi. Kemarin saya sudah berkomunikasi dengan beberapa kepala sekolah yang disebutkan dan mereka menyatakan siap memberikan penjelasan,” katanya.
Viktor juga menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan toleransi terhadap siapapun yang terbukti menyalahgunakan dana BOS. Ia menyebut sikap tersebut sejalan dengan arahan Bupati Tanggamus yang mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan sesuai ketentuan.
“Saya tidak akan mentoleransi kepala sekolah yang menyalahgunakan dana BOS. Pesan Pak Bupati kepada saya sangat jelas, beliau tidak mendukung hal-hal yang bertentangan dengan aturan. Sebagai Kepala Dinas, saya berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







