Viral Narasi Begal Bunuh Anak Kandung Sendiri, Benarkah Kisah Ini Terjadi?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:06

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi unggahan viral di media sosial yang mengklaim seorang pelaku begal tanpa sengaja membunuh anak kandungnya sendiri. Berdasarkan hasil penelusuran, narasi tersebut belum ditemukan bukti maupun laporan resmi dari kepolisian yang mengonfirmasi kebenarannya | Foto Viral di Media Sosial.

Ilustrasi unggahan viral di media sosial yang mengklaim seorang pelaku begal tanpa sengaja membunuh anak kandungnya sendiri. Berdasarkan hasil penelusuran, narasi tersebut belum ditemukan bukti maupun laporan resmi dari kepolisian yang mengonfirmasi kebenarannya | Foto Viral di Media Sosial.

Prioritastv.com, Lampung – Sebuah narasi yang mengisahkan seorang pelaku begal tanpa sengaja membunuh anak kandungnya sendiri viral di berbagai platform media sosial. Unggahan tersebut beredar di Facebook, Instagram, hingga TikTok dan memancing perhatian warganet karena dikemas dengan cerita yang menyentuh dan penuh emosi.

Dalam unggahan yang beredar, narasi diawali dengan kalimat, “Tidak semua perbuatan buruk langsung menghukum pelakunya, kadang kehidupan membiarkan seseorang merasa baik-baik saja selama bertahun-tahun. Sampai suatu hari… Semua perbuatan itu kembali pada satu malam, merenggut sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya, hingga dia merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga para korbannya.”

Setelah membangun suasana emosional tersebut, unggahan kemudian menuliskan klaim, “Naas, gadis cantik ini dibegal oleh ayah kandungnya sendiri. Kepala yang masih terbungkus helm ditebas hingga terpental beberapa meter dari tubuh.” Narasi itu kemudian menceritakan bahwa pelaku baru mengetahui korban merupakan anak kandungnya sendiri setelah aksi pembegalan terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Unggahan tersebut sontak menuai beragam komentar. Sebagian warganet mengaku tersentuh dan menyebut kisah itu sebagai balasan atas perbuatan pelaku. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan kebenarannya karena unggahan tersebut tidak mencantumkan lokasi kejadian, waktu peristiwa, identitas korban maupun pelaku.

Berdasarkan hasil penelusuran Prioritastv.com, hingga saat ini tidak ditemukan laporan resmi dari kepolisian maupun pemberitaan media massa kredibel yang mengonfirmasi adanya peristiwa sebagaimana diklaim dalam narasi yang beredar.

Penelusuran juga tidak menemukan data yang dapat diverifikasi, seperti tempat kejadian perkara, identitas korban, identitas pelaku, nomor laporan polisi maupun proses hukum yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Selain itu, hasil penelusuran menemukan narasi yang sama diunggah oleh banyak akun media sosial dengan menggunakan foto perempuan yang berbeda-beda. Meski isi ceritanya hampir sama, gambar yang disertakan selalu berganti pada setiap unggahan. Hal tersebut menunjukkan bahwa foto-foto tersebut tidak dapat dipastikan berkaitan dengan kisah yang diceritakan.

Salah satu Humas Polres di wilayah Polda Lampung yang dikonfirmasi Prioritastv.com juga menyatakan belum pernah menerima maupun mendengar adanya peristiwa sebagaimana yang diklaim dalam narasi viral tersebut.

“Apabila benar terjadi kasus pembegalan dengan kronologi seperti yang beredar di media sosial, peristiwa tersebut dipastikan akan menjadi perhatian aparat penegak hukum dan memiliki laporan resmi serta diinfokan di jajaran Humas Polri,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada bukti yang dapat memverifikasi bahwa kisah begal yang disebut membunuh anak kandungnya sendiri benar-benar terjadi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya melalui sumber resmi maupun media massa yang kredibel.

Masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam bermedia sosial dengan tidak langsung membagikan narasi yang bersifat emosional namun belum memiliki dasar fakta yang jelas. Langkah sederhana berupa memeriksa sumber informasi dapat membantu mencegah penyebaran hoaks dan informasi yang menyesatkan. (*)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 1,357 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru