Prioritastv.com | Tanggamus, Lampung – Kekhawatiran hujan kembali turun membuat warga Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, akhirnya mengambil langkah darurat dengan bergotong royong menjebol gorong-gorong yang ambrol di Jalan Lintas Barat (Jalinbar), Minggu (2/8/2026) malam. Aksi tersebut dilakukan karena hingga malam hari alat berat belum juga tiba di lokasi, sementara cuaca mulai mendung dan dikhawatirkan memicu banjir datang.
Kepala Pekon Negeri Ngarip, Suhaili, mengatakan warga terpaksa berinisiatif membuka saluran air secara manual agar aliran air tidak kembali tersumbat apabila hujan turun. Sejak usai Magrib, masyarakat bekerja secara swadaya dengan peralatan seadanya, bahkan menyediakan konsumsi secara mandiri bagi warga yang bergotong royong.
“Kami terpaksa bergotong royong menjebol gorong-gorong karena takut hujan turun lagi. Dari Magrib kami menunggu alat berat datang, tapi belum juga masuk. Masyarakat swadaya, bahkan membeli konsumsi sendiri untuk yang bekerja malam ini. Kami berharap pemerintah segera membantu agar gorong-gorong ini bisa segera dibuka menggunakan alat berat,” ujar Suhaili.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suhaili menjelaskan, meski telah berupaya selama beberapa jam, pekerjaan tersebut belum membuahkan hasil karena material beton gorong-gorong sangat kuat dan sulit dibongkar tanpa bantuan alat berat. Selama proses berlangsung, arus lalu lintas diberlakukan buka tutup satu jalur.
“Warga juga berjaga dan melakukan ronda di sekitar lokasi untuk mengatur kendaraan sekaligus mengantisipasi kecelakaan pada malam hari,” tandasnya.
Sebelumnya, warga Negeri Ngarip sempat menyampaikan kekecewaannya karena hingga Minggu siang belum ada penanganan darurat terhadap gorong-gorong yang ambruk akibat hujan deras. Bahkan mereka mengancam akan memblokir Jalan Lintas Barat apabila pemerintah tidak segera menurunkan alat berat untuk membuka saluran air yang tertutup material beton. Menurut warga, langkah paling mendesak bukan pembangunan permanen, melainkan menjebol gorong-gorong agar aliran air kembali normal dan banjir susulan dapat dicegah.
Warga juga mengungkapkan telah mencoba memecahkan bagian cor gorong-gorong secara manual, namun upaya tersebut gagal karena konstruksi beton sangat kokoh. Mereka berharap alat berat segera diterjunkan agar penanganan darurat dapat dilakukan secepatnya, mengingat hujan diperkirakan masih berpotensi mengguyur wilayah tersebut.
Di tengah desakan warga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung akhirnya membuka suara dan akan melakukan penanganan sementara terhadap gorong-gorong ambrol tersebut. Perwakilan BPJN Lampung, Fidin, menyampaikan bahwa lokasi kerusakan telah menjadi pantauan sejak Mei 2026 saat terjadi deformasi pada badan jalan.
Ia menyebut, penanganan sementara akan segera dilakukan untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan dan mencegah banjir, sementara perbaikan permanen telah diusulkan dalam program BPJN.
Diketahui, hujan deras yang mengguyur Kecamatan Wonosobo pada Sabtu (1/8/2026) malam menyebabkan pondasi gorong-gorong di Jalan Lintas Barat Pekon Negeri Ngarip ambruk setelah tergerus derasnya arus air. Material beton yang runtuh menutup saluran sehingga air meluap ke badan jalan dan merendam tiga rumah warga dengan ketinggian sekitar setengah meter. (*)

Zulkarnain adalah Wakabiro Provinsi Lampung, Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Provinsi Lampung.







