Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Panen perdana bawang putih kating varietas Sanggah Sembalun di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, membuahkan hasil menggembirakan. Budidaya yang dikembangkan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Margo Rukun Bestari bersama Polres Tanggamus dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus berhasil dipanen setelah 100 hari masa tanam, sekaligus membuka peluang pengembangan bawang putih sebagai komoditas unggulan baru yang berpotensi dipanen hingga tiga kali dalam setahun.
Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa wilayah dataran tinggi Ulubelu memiliki potensi besar sebagai sentra bawang putih di Provinsi Lampung. Selain didukung kondisi geografis yang sesuai, hasil panen perdana juga mendapat penilaian positif dari tim Kementerian Pertanian serta kelompok tani bawang putih asal Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua KUPS Margo Rukun Bestari, Wastoyo, mengatakan penanaman yang dilakukan merupakan pilot project atau uji coba perdana pengembangan bawang putih di Kecamatan Ulubelu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah untuk uji coba perdana penanaman bawang putih di Ulubelu ini kami rawat selama 100 hari atau sekitar tiga bulan lebih hingga akhirnya bisa dipanen. Dengan masa tanam seperti ini, dalam satu tahun bawang putih berpotensi dibudidayakan hingga tiga kali,” kata Wastoyo, Jumat (7/8/2026).
Ia menjelaskan, varietas yang dikembangkan merupakan bawang putih Sanggah Sembalun dengan bibit yang didatangkan langsung dari Kabupaten Lombok Timur, NTB. Sebelum memulai budidaya, kelompok tani juga mengikuti pelatihan teknis penanaman di daerah asal varietas tersebut sehingga teknik budidaya yang diterapkan di Ulubelu sesuai dengan standar pengembangannya.
Menurut Wastoyo, produktivitas bawang putih cukup menjanjikan. Dalam kondisi normal, satu kilogram bibit mampu menghasilkan sekitar 10 kilogram bawang putih, bahkan pada kondisi optimal dapat mencapai perbandingan satu banding 17.
Ia menilai hasil panen perdana tersebut tergolong berhasil meski masih dalam tahap uji coba. Penilaian itu diperkuat hasil evaluasi dari dinas terkait serta tim budidaya bawang putih asal Sembalun yang datang langsung melakukan peninjauan ke lokasi.
Lebih lanjut, Wastoyo menjelaskan bawang putih kating varietas Sanggah Sembalun ideal ditanam pada ketinggian 750 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dengan kondisi geografis Kecamatan Ulubelu yang berada di kawasan dataran tinggi, ia optimistis komoditas tersebut dapat menjadi unggulan baru yang mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Wastoyo juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Lampung, Kapolres Tanggamus, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga budidaya bawang putih di Ulubelu berhasil dikembangkan dan dipanen.
Menurutnya, keberhasilan tersebut kini mulai mendapat perhatian dari luar daerah. Empat Polres di bawah jajaran Polda Sumatera Selatan, yakni Polres Muara Enim, Polres Pagar Alam, Polres Lahat, dan Polres Ogan Komering Ulu Selatan, bahkan melakukan studi banding ke lahan budidaya KUPS Margo Rukun Bestari untuk mempelajari langsung teknik pengembangan bawang putih di Ulubelu.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari pembinaan dan pendampingan yang diberikan kepada kelompok tani dari Polres Tangamus, Pemkab Tangamus, termasuk kesempatan mengikuti pelatihan budidaya di Sembalun mewakili Polda Lampung. Kunjungan studi banding dari empat Polres di Sumatera Selatan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas budidaya sehingga bawang putih Ulubelu dapat menjadi komoditas unggulan di Provinsi Lampung,” tandasnya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







