Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Paska gelombang tinggi yang menghantam, kondisi gelombang laut di kawasan Pelabuhan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, mulai membaik pada Rabu (12/8/2026). Meski demikian, layanan penyeberangan masih ditunda sambil menunggu perkembangan cuaca dan kondisi perairan.
Pantauan di lokasi menunjukkan gelombang masih tergolong tinggi, namun tidak sebesar sehari sebelumnya. Kondisi perairan yang mulai lebih teduh memungkinkan aktivitas bongkar muat kembali dilakukan, terutama untuk menyelesaikan pengangkutan barang dari kapal yang sebelumnya tertunda akibat cuaca buruk.
Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Kotaagung, Iqbal, mengatakan pihaknya saat ini memaksimalkan aktivitas bongkar muat terhadap tiga kapal yang sebelumnya belum dapat ditangani karena kondisi cuaca.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk hari ini kita coba maksimalkan kegiatan bongkar. Ada tiga kapal yang belum kita bongkar karena tertunda akibat cuaca kemarin. Jadi kita coba selesaikan bongkar dulu,” kata Iqbal di kantornya, Rabu 12 Agustus 2026.
Menurut Ikbal, aktivitas penyeberangan memang sempat dihentikan sejak Selasa (11/8/2026) akibat gelombang tinggi dan kondisi cuaca yang dinilai tidak aman.
Untuk pembukaan kembali layanan penyeberangan, pihak pelabuhan masih melihat perkembangan cuaca. Jika kondisi perairan dinilai memungkinkan, layanan penyeberangan dapat kembali dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita tidak bisa pastikan sampai kapan ditutup. Kita kembali ke kondisi cuaca. Kalau sekiranya memungkinkan, hari ini kita coba layanan untuk kegiatan masyarakat,” ujarnya.
Iqbal juga membenarkan adanya kerusakan pada bagian dermaga yang terdampak hantaman gelombang besar saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut. Namun, penghentian aktivitas penyeberangan dilakukan sebagai langkah antisipasi sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Tidak ada korban, karena kita tutup pelabuhan dan tidak ada kegiatan,” jelasnya.
Ia berharap kondisi cuaca segera kembali normal mengingat aktivitas masyarakat di wilayah penyeberangan sangat bergantung pada keberadaan Pelabuhan Kotaagung.
“Kita berharap cuacanya cepat pulih, kondisi cepat baik, karena kebutuhan masyarakat di sana sangat tergantung dengan pelabuhan kita di sini,” pungkasnya.
Sementara itu, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kotaagung telah menerbitkan Surat Edaran Nomor UM.006/3/UPP.Kta-26 tentang Kewaspadaan Keselamatan Pelayaran dalam Mengantisipasi Cuaca Ekstrem.
Surat edaran yang dikeluarkan pada Rabu (12/8/2026) tersebut mengacu pada perkembangan cuaca maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pada 12 hingga 15 Agustus 2026 diperkirakan terjadi peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Lampung.
Dalam surat itu, Kepala UPP Kelas III Kota Agung, Mu’min, mengimbau seluruh nakhoda, pemilik dan operator kapal meningkatkan kewaspadaan serta tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi cuaca dan perairan membahayakan keselamatan.
UPP Kelas III Kotaagung juga meminta setiap kapal memastikan kelaiklautan, memantau perkembangan cuaca secara mandiri dan melaksanakan safety briefing sebelum keberangkatan. Jika kondisi memburuk, kapal diminta mencari tempat berlindung serta menjaga komunikasi dengan Syahbandar, stasiun radio pantai, kapal lain dan pihak terkait.
Pihak UPP Kelas III Kotaagung memastikan pemantauan kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran terus dilakukan. Pembukaan kembali aktivitas penyeberangan akan menyesuaikan kondisi cuaca dan tingkat keamanan perairan. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







