Konten Kreator Bali Ungkap Kondisi Hilda, Pegawai Indomaret asal NTB yang Sempat Dapat Ucapan Penjahit Rasis

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:12

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Hilda saat foto bersama konten kreator Damar Bali di tempat kerjanya dalam ungahannya, Sabtu 15 Agusttus 2026 | Facebook Damar Bali.

Kondisi Hilda saat foto bersama konten kreator Damar Bali di tempat kerjanya dalam ungahannya, Sabtu 15 Agusttus 2026 | Facebook Damar Bali.

Prioritastv.com, Jakarta – Konten kreator Damar Bali mengungkap kondisi terbaru Hilda, pegawai Indomaret yang sebelumnya menjadi sorotan setelah mendapat ucapan bernada rasis dari seorang penjahit bernama Sintya.

Damar menyampaikan kondisi tersebut setelah video panjang proses mediasi antara Hilda dan Sintya yang melibatkan anggota DPD RI Arya Wedakarna Suyasa kembali beredar di media sosial.

Damar mengaku lega setelah melihat versi lengkap proses mediasi yang sebelumnya membuat publik penasaran. Ia menilai proses mediasi tersebut terlihat tidak seimbang dan Hilda tampak berada dalam tekanan, meski suasana tetap kondusif hingga kedua pihak berdamai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Damar kemudian mendatangi Hilda untuk memberikan dukungan moral sekaligus memastikan kondisinya setelah kembali menjadi perhatian publik.

“Senang melihat Hilda sehat. Cuma sedikit lesu, tapi tetap menyapa dengan senyum. Sebelumnya kita sudah komunikasi,” kata Damar Bali dikutip dari unggahan facebooknya, Sabtu 15 Agustus 2026.

Menurut Damar, kedatangannya bukan untuk memperkeruh persoalan, melainkan memberikan dukungan kepada Hilda yang kembali viral setelah video mediasi tersebut diunggah ke media sosial.

“Tujuan kedatangan kami untuk memberi dukungan moral kepada Hilda, pegawai Indomaret yang kembali viral karena video unggahan anggota DPD Arya Wedakarna (AWK) yang pada saat mediasi bersama ibu penjahit, di mana argumen AWK yang terkesan sangat menyudutkan pihak Hilda,” katanya.

Damar menegaskan, Hilda tidak menghadapi persoalan tersebut seorang diri. Ia menyebut sejumlah pihak siap memberikan dukungan, termasuk dari organisasi masyarakat, advokat hingga sejumlah tokoh dan pejabat di Bali maupun tingkat nasional.

“Intinya Hilda tidak sendiri, ada banyak pihak yang siap membackup Hilda dari segi hukum, baik dari ormas, advokat, sampai dewan pejabat, baik dari Bali dan juga nasional,” ujarnya.

Damar juga menyoroti kondisi Hilda yang menurutnya masih sangat muda dan belum siap menghadapi argumen yang dinilai bernada menekan dalam proses mediasi.

“Intinya Hilda sehat, masih sangat muda sekali, pikirannya bergejolak dan tidak siap menerima argumen-argumen yang bersifat intimidatif,” kata Damar.

Ia kemudian menyinggung bagian dalam proses mediasi ketika Hilda disebut dapat dikenakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) karena merekam dan menyebarkan video saat dirinya mendapat ucapan bernada rasis.

“Hilda kesannya ditakut-takuti oleh anggota DPD ini bisa kena UU ITE karena telah menyebarkan video ketika ia dihina oleh tukang jahit di Bali ini,” ungkapnya.

Damar mempertanyakan apakah persoalan tersebut akan berkembang sejauh ini apabila Hilda tidak merekam kejadian yang dialaminya. Menurutnya, rekaman tersebut menjadi salah satu bukti yang membuat peristiwa tersebut diketahui publik.

“Tapi jika seandainya tak direkam, akankah sampai sebesar ini dan mendapat sanksi? Dan alat bukti apa untuk melawan?” katanya.

Damar juga mempertanyakan proses mediasi yang kemudian direkam oleh Arya Wedakarna dan dipublikasikan kepada publik. Menurutnya, perlu ada konsistensi dalam melihat persoalan perekaman dan penyebaran video.

“Mungkin niatnya baik ingin mendamaikan, namun ketika proses mediasi justru direkam oleh sang senator sendiri dengan pemilihan kata dan intonasi menekan dan dipublikasikan? Bukankah itu hal yang sama dilakukan Hilda?” tutup Damar.

Sebelumnya, kasus tersebut bermula dari perselisihan antara Hilda dan penjahit bernama Sintya terkait pesanan pakaian yang disebut belum selesai sesuai waktu yang dijanjikan. Perselisihan kemudian direkam dan videonya beredar di media sosial, termasuk bagian percakapan yang dinilai bernuansa rasis dan merendahkan Hilda. Kedua pihak selanjutnya menjalani mediasi di Polsek Abiansemal dan sepakat berdamai serta saling memaafkan.

Kasus kembali menjadi perhatian setelah rekaman proses mediasi yang melibatkan anggota DPD RI Arya Wedakarna (AWK) beredar luas. Dalam video tersebut, AWK mempertanyakan unggahan Hilda di media sosial serta menyinggung kemungkinan laporan menggunakan UU ITE apabila video perselisihan tersebut disebarkan. Rekaman itu kemudian memicu sorotan warganet yang mempertanyakan cara mediasi dan menilai Hilda terlihat berada dalam posisi tertekan. (*)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 521 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru