Prioritastv.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan membuka penerimaan calon taruna pola pembibitan pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun Akademik 2026/2027. Penerimaan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor PG-BPSDMP 02 Tahun 2026 tentang Penerimaan Calon Taruna Pola Pembibitan pada Perguruan Tinggi di Lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun Akademik 2026/2027.
Pengumuman tersebut bertanggal 15 Agustus 2026. Dalam pengumuman disebutkan, Kementerian Perhubungan mengundang putra dan putri Indonesia lulusan sekolah menengah atas atau sederajat untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Taruna atau SIPENCATAR melalui formasi pola pembibitan Kementerian Perhubungan dan pola pembibitan pemerintah daerah.
Pendaftaran calon peserta dibuka mulai 18 sampai 30 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB melalui portal SSCASN BKN. Peserta juga sudah dapat membuat akun sejak pengumuman tersebut diterbitkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Total formasi yang dibuka mencapai 891 formasi. Rinciannya terdiri atas 217 formasi Kementerian Perhubungan yang bersifat nasional, delapan formasi Kementerian Perhubungan khusus Orang Asli Papua (OAP), 661 formasi pemerintah daerah yang bersifat kewilayahan, serta lima formasi pemerintah daerah khusus OAP.
Calon peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satunya merupakan warga negara Indonesia dengan usia minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun pada 1 September 2026. Untuk persyaratan nilai, lulusan yang telah memiliki ijazah harus mempunyai nilai rata-rata ujian paling rendah 70,00 pada skala 10–100 atau setara dengan ketentuan skala lainnya.
Bagi calon peserta yang belum memperoleh ijazah, Surat Keterangan Lulus dari sekolah dapat digunakan sebagai pengganti sementara. Apabila Surat Keterangan Lulus belum mencantumkan nilai, peserta wajib mengunggah rapor asli kelas XII semester 1 dan semester 2 dengan nilai rata-rata minimal 70,00 pada skala 10–100.
Ketentuan jurusan juga berbeda sesuai program studi yang dipilih. Misalnya, pada Diploma Empat Transportasi Darat Sarjana Terapan dan Diploma Tiga Manajemen Transportasi Jalan di Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD, lulusan SMA/MA IPA maupun IPS sederajat dapat mendaftar. Ketentuan tersebut juga mencakup SMA Kurikulum Merdeka kelompok mata pelajaran MIPA/IPS serta sejumlah program keahlian SMK/MAK.
Pada program studi lain, persyaratan jurusan dapat lebih khusus. Misalnya, Diploma Tiga Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian mensyaratkan SMA/MA IPA sederajat atau sejumlah program keahlian SMK/MAK yang relevan. Sementara Diploma Tiga Teknologi Mekanika Perkeretaapian mensyaratkan SMA/MA IPA sederajat atau program keahlian SMK/MAK tertentu seperti Teknik Mesin, Teknik Otomotif, Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam, serta beberapa bidang teknik lainnya.
Untuk Politeknik Transportasi Darat atau POLTRADA Bali, misalnya, Diploma Tiga Manajemen Logistik menerima lulusan SMA/MA IPA dan IPS sederajat serta sejumlah jurusan SMK/MAK. Sedangkan Diploma Tiga Teknologi Otomotif memiliki persyaratan yang lebih spesifik, antara lain SMA IPA, MA IPA, serta beberapa program keahlian SMK/MAK yang sesuai.
Selain persyaratan pendidikan, calon peserta wajib memperhatikan ketentuan tinggi badan. Tinggi badan minimal pria adalah 160 sentimeter dan wanita 155 sentimeter.
Khusus untuk enam program studi, ketentuan tinggi badan lebih tinggi. Keenamnya adalah Program Studi Diploma Tiga Pengelolaan Keselamatan Pelayaran, Diploma Tiga Pengelolaan Pelabuhan dan Kepelabuhanan, Diploma Tiga Operasional Bandar Udara, Diploma Tiga Manajemen Bandar Udara, Diploma Tiga Manajemen Transportasi Udara, serta Diploma Tiga Operasional Pesawat Udara. Untuk enam program studi tersebut, tinggi badan minimal pria 165 sentimeter dan wanita 160 sentimeter.
Calon taruna juga harus berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, bebas HIV/AIDS serta narkoba. Peserta belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti proses seleksi serta pendidikan di perguruan tinggi lingkungan Kementerian Perhubungan.
Untuk tahapan seleksi, pendaftaran dan seleksi administrasi berlangsung pada 18 Agustus sampai 1 September 2026. Pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan 2–3 September, masa sanggah 4–5 September, dan pengumuman hasil sanggah 7–8 September 2026. Selanjutnya, pengumuman jadwal SKD dijadwalkan 18–21 September 2026.
Seleksi tahap berikutnya meliputi Seleksi Kompetensi Dasar, tes kesehatan dan penilaian performa fisik, psikotes, tes kebugaran jasmani transportasi, wawancara serta penilaian prestasi OSN/O2SN. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada Oktober, sedangkan pengumuman kelulusan akhir berlangsung pada Oktober-November 2026.
Peserta hanya dapat memilih satu formasi sesuai program studi pada perguruan tinggi Kementerian Perhubungan atau lembaga penyelenggara sekolah kedinasan. Jika mendaftar lebih dari satu formasi, peserta dinyatakan gugur. Peserta juga wajib memenuhi persyaratan ijazah dan jurusan sesuai program studi yang dipilih.
Dengan dibukanya pendaftaran mulai 18 Agustus 2026, calon peserta disarankan mencermati seluruh persyaratan sebelum menentukan program studi. Khususnya, peserta perlu memastikan jurusan pendidikan, nilai, usia dan tinggi badan sudah sesuai dengan ketentuan program studi yang dipilih. (*)

Ubay adalah kepala perwakilan Media Prioritastv.com di Jakarta Selatan, aktif meliput peristiwa nasional, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.







