Prioritastv.com, Lampung – Di tengah semangat perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, empat warga Kelurahan Yosorejo, Metro Timur, menggerakkan aksi nyata yang patut diacungi jempol. Tanpa menunggu bantuan pemerintah, mereka secara mandiri menambal 17 lubang jalan di lingkungan mereka sebagai wujud kepedulian terhadap keselamatan sesama pengguna jalan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (17/8/2026) ini dipusatkan di dua ruas jalan utama, yakni Jalan Way Pengubuan dan Jalan Mahakam. Pilihan lokasi bukan tanpa alasan, kedua ruas tersebut berada di titik buta persimpangan yang rawan kecelakaan.
Abid, salah satu penggagas aksi, menjelaskan bahwa kegiatan ini murni lahir dari kesadaran dan tanggung jawab sosial sebagai warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kebetulan kami warga di sini. Jalan rusak ada di titik buta persimpangan, ada di dua lokasi, Jalan Mahakam dan Pengubuan. Kami tidak mengkritik atau menyinggung pemerintah kota. Kami tahu bersama, persoalan jalan rusak ada di seluruh Indonesia, dampak dari pemangkasan anggaran pemerintah pusat untuk program MBG dan Koperasi Merah Putih,” ujar Abid.
Ia menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk protes, melainkan gerakan gotong royong yang lahir dari kepedulian.
Gito, salah satu pekerja yang turun langsung menambal jalan, menambahkan bahwa kegiatan ini murni inisiatif pribadi.
“Ini pribadi kami, karena ini ibadah. Rencananya, kalau material cukup, akan kami gunakan untuk menambal 17 lubang, bertepatan dengan HUT kemerdekaan 17 Agustus. Semua ini untuk kebaikan bersama,” ujar Gito.

Angka 17 dipilih sebagai simbol semangat kemerdekaan, menjadikan aksi ini bukan hanya perbaikan fisik, tetapi juga perayaan nilai-nilai kebersamaan.
Meski bergerak mandiri, empat para warga ini berharap pemerintah kota tetap memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur jalan, terutama yang berada di titik rawan kecelakaan. Namun, di atas segalanya, mereka berharap semangat gotong royong seperti ini terus tumbuh dan menjadi budaya di tengah masyarakat.
Aksi sederhana namun bermakna ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan bendera, tetapi juga dengan kerja nyata yang bermanfaat bagi sesama. (*)
Saripudin, S.Kom, M.H. adalah Wartawan yang Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.







