Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang memiliki lahan perkebunan cukup luas dan permukiman yang berdekatan dengan kawasan terbuka.
Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat, Kabupaten Pringsewu, menggelar pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di halaman Balai Pekon, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini sekaligus merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Pringsewu Nomor 60 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Kering (El Nino Godzilla).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang didukung Rumah Zakat tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari unsur Destana, masyarakat dan Pemerintah Pekon. Pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kemampuan warga dalam melakukan pencegahan sekaligus penanganan awal apabila terjadi kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai potensi bahaya kebakaran, langkah-langkah pencegahan, serta teknik penanganan awal ketika terjadi kebakaran. Materi disampaikan oleh Ramadhan, relawan Destana.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan simulasi pemadaman kebakaran. Praktik tersebut dipandu oleh tim Rumah Zakat bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu.
Koordinator Relawan Rumah Zakat Pringsewu, Agus Purnomo, mengatakan edukasi mengenai pencegahan dan respons terhadap kebakaran sangat penting dilakukan secara berkelanjutan.
“Kebakaran bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai pencegahan dan respons kebakaran sangat penting dilakukan secara berkelanjutan,” kata Agus kepada Media Prioritastv.com.
Menurutnya, Pekon Persiapan Kresnomulyo Barat memiliki sejumlah faktor yang membuat wilayah tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Di antaranya permukiman yang cukup padat, luasnya lahan perkebunan, jarak tempuh petugas pemadam kebakaran yang relatif jauh, fenomena alam, serta praktik pembukaan lahan.
“Upaya pencegahan harus dilakukan, baik di wilayah permukiman maupun kawasan lahan perkebunan,” tegasnya.
Agus berharap melalui pelatihan dan simulasi tersebut, masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
“Dengan meningkatnya kapasitas Destana dan masyarakat, diharapkan potensi karhutla dapat ditekan sejak dini serta dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. Kesiapsiagaan masyarakat juga menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi ancaman kebakaran, khususnya pada kondisi cuaca kering,” tutupnya. (*)

Samuel bernama lengkap Lamagus Roysamuel Vicner adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 16833-LSPR/WDa/DP/X/2019/02/03/87.







