Prioritastv.com | Lampung Utara, Lampung – Seorang pria bernama Yulian Adi Putra (37), warga Desa Sri Agung, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, ditemukan meninggal dunia di area perkebunan singkong milik warga, Sabtu (22/8/2026).
Sebelumnya, korban sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Informasi kehilangan tersebut juga sempat disebarkan melalui media sosial untuk meminta bantuan masyarakat dalam mencari keberadaan korban.
Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi Resa Cahyadi yang merupakan pemilik kebun. Saat itu, saksi melihat sepeda motor Honda Vario hitam BE 5090 KM milik korban terparkir di area perkebunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena mengetahui kendaraan tersebut berkaitan dengan laporan orang hilang, saksi kemudian melapor kepada Kepala Desa Sri Agung yang diteruskan kepada personel Polsek Sungkai Jaya,” kata Ivan, Minggu 23 Agustus 2026.
Ivan menyebut, pihaknya bersama warga kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi hingga menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan dalam posisi terlentang di siring aliran air, tidak jauh dari sepeda motornya.
Dari lokasi, diamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya kunci sepeda motor, ponsel Nokia yang berada di saku celana, helm merah, jaket hitam, jas hujan, tas berisi ponsel pintar serta kartu keanggotaan Koperasi Simpan Pinjam Raja Bintang Jaya.
“Kami juga menemukan satu botol yang diduga berisi obat pembasmi rumput dengan jarak sekitar 10 meter dari jasad korban. Kondisi jasad saat ditemukan telah mengalami pembusukan dan dipenuhi belatung,” jelasnya.
Ivan mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.
“Berdasarkan keterangan pihak keluarga, khususnya istri korban, beberapa hari sebelum menghilang Yulian disebut sering melamun. Korban juga sempat berpesan agar tidak dicari apabila pergi meninggalkan rumah,” ungkapnya.
Ditambahkannya, untuk memastikan penyebab pasti kematian, polisi membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses autopsi. “Hingga kini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menunggu hasil pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban,” tandasnya. (*)
Saripudin, S.Kom, M.H. adalah Wartawan yang Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.







