Kala TPAS Karangrejo Metro Lampung Ditutup, Rezeki Pemilah Sampah Terhenti dan Anak Terpaksa Tak Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:06

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritastv.com, Metro, Lampung – Di balik polemik penutupan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo Metro Utara, ada suara lirih yang nyaris tidak terdengar. Suara mereka yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidup dari tumpukan sampah. Kini, mereka kehilangan mata pencaharian.

Hal itu seperti yang dialami Jumiyo (55), warga RW 09 Kelurahan Karangrejo, Metro Utara. Ia adalah salah satu warga yang bekerja sebagai pemilah sampah yang terdampak langsung. Sejak 1993, ia dan istrinya menggantungkan hidup dari mencari sampah plastik di TPAS Karangrejo. Namun, sejak TPAS ditutup sepuluh hari lalu, aliran rezeki mereka terhenti total.

Jumiyo, yang asli Madura dan telah tinggal di Karangrejo sejak 33 tahun lalu, menuturkan sempat kesulitan mencari uang makan dan anaknya tidak bersekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau aslinya saya dari Madura, saya tinggal dan mulung di Karangrejo sejak tahun 1993 sampai sekarang. Bagi kami, TPAS itu bukan tempat sampah, tapi tempat harta karun. Karena dari situ kami makan dan membiayai anak sekolah,” ujar Jumiyo, Rabu (26/8/2026).

Setiap hari, ia dan istrinya menyisir tumpukan sampah untuk mencari barang-barang bernilai ekonomis. Dari hasil memulung, mereka bisa bertahan hidup dan membiaya pendidikan anak-anaknya.

Kini, segalanya berubah. Sepuluh hari tanpa akses ke TPAS membuat Jumiyo kehilangan sumber penghasilan. Dampaknya langsung terasa.

“Anak saya sudah tiga hari enggak sekolah. Karena enggak ada uang lagi. Penghasilan kami dari memulung setiap hari, TPAS ditutup, kami mau cari makan dari mana,” ucapnya.

Setelah pengelolaan sampah dialihkan ke Pusat Daur Ulang (PDU) Rejomulyo, Jumiyo dan 11 warga Karangrejo lainnya terpaksa menempuh jarak puluhan kilometer untuk mencari rezeki. Mereka menyewa motor untuk mencapai lokasi baru tersebut, beban tambahan yang semakin memberatkan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Saya enggak punya kendaraan. Kami sewa motor, sama kayak warga Karangrejo lainnya agar bisa mencari sampah di sini. Jelas enggak sama kayak dulu,” keluhnya.

Di tengah perdebatan antara warga yang menuntut penutupan TPAS dan pemerintah yang berupaya mencari solusi, nasib para pemulung seperti Jumiyo kerap terlupakan. Mereka adalah bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang selama ini berkontribusi, tetapi kini menjadi korban keadaan.

Jumiyo berharap ada solusi yang tidak hanya memenuhi tuntutan warga, tetapi juga memperhatikan nasib para pemulung yang selama ini bergantung pada TPAS.

“Kami hanya ingin bisa bekerja lagi. Kami tidak minta banyak, hanya bisa memulung seperti dulu, agar anak-anak kami bisa sekolah dan kami bisa makan,” pintanya. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru