Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung, Firlinda, S.H., S.E., M.Kn., M.H., buka suara terkait kebakaran yang melanda dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pekon Purwosari, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus.
Kebakaran tersebut terjadi pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Api menghanguskan sekitar 90 persen bangunan dapur beserta sejumlah peralatan memasak yang digunakan untuk mendukung distribusi program MBG.
Firlinda mengatakan, keterangan mengenai kronologi kejadian diperoleh setelah pihak yayasan melakukan konfirmasi kepada para relawan yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi. Ia juga menyebut dapur MBG tersebut berada di bawah naungan Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang betul telah terjadi peristiwa musibah kebakaran salah satu dapur kami di bawah Yayasan Alam Abadi Lampung yang beralamat di Kecamatan Kelumbayan Barat, Pekon Purwosari,” kata Firlinda kepada Prioritastv.com, Jumat (28/8/2026).
Menurut Firlinda, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya dan hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Tanggamus, kebakaran diduga bermula dari alat steamer yang mengalami ledakan akibat panas tinggi.
“Steamer itu alat masak nasi, meledak karena panas terlalu tinggi sehingga api menyebar ke seluruh ruangan. Api tidak bisa dijinakkan sehingga merembet ke alat-alat masak lainnya dan menghanguskan sekitar 90 persen bangunan serta peralatan untuk pendistribusian MBG,” jelasnya.
Firlinda memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, para relawan, ahli gizi, kepala SPPG dan asisten lapangan sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam kebakaran (APAR) yang tersedia di dalam dapur.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api terus membesar dan menyebar. Kepala SPPG, Yayan Ardiyanto, kemudian mengambil keputusan untuk meminta seluruh relawan yang sedang melakukan aktivitas memasak segera meninggalkan ruangan dapur.
“Untuk keluar dari dapur menuju jalan raya, relawan, ahli gizi, kepala SPPG dan asisten lapangan telah berusaha mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam kebakaran yang tersedia di dalam dapur. Tetapi api tetap menyebar dan membesar sehingga tidak bisa dikendalikan,” tegas Firlinda.
Ia menambahkan, seluruh relawan dipastikan berhasil keluar dari bangunan sehingga tidak ada korban jiwa maupun relawan yang tertinggal di dalam dapur saat api membesar.
Terkait kerugian, Firlinda mengatakan pihak yayasan telah mengkonfirmasi kepada Polres Tanggamus. Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
“Kerugian itu mulai dari bangunan dan barang-barang, kemudian ada juga uang tunai yang akan dibagikan kepada relawan keesokan harinya sebesar Rp150 juta,” tutupnya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







