Prioritastv.com, Metro, Lampung – Pengelolaan sampah di Kota Metro memasuki babak baru setelah akses menuju TPAS Karangrejo kembali dibuka. Aktivitas pemilahan sampah kini mulai berjalan intensif di Pusat Daur Ulang (PDU) Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan.
PDU Rejomulyo tidak lagi sekadar menjadi lokasi transit. Sampah yang masuk kini dipilah berdasarkan jenisnya, mulai dari material organik, anorganik hingga residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus menekan dampak lingkungan.
Plt. Kepala UPTD TPAS Karangrejo Kota Metro, Raden Muhammad Joni Irwan, mengatakan mekanisme pemilahan di PDU Rejomulyo telah berjalan sesuai sistem yang disiapkan. Salah satu perhatian utama adalah mengantisipasi munculnya bau dari sampah yang masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bau sampah yang dikhawatirkan masyarakat kami pastikan tidak terjadi. Pemilahan antara sampah organik dan anorganik sudah berjalan dengan baik dan terukur,” ujar Raden, Jumat (28/8/2026).
Untuk mendukung proses tersebut, sekitar 20 pekerja ditempatkan di PDU Rejomulyo dengan sistem shift. Dengan pola ini, sampah yang datang menggunakan armada pengangkut dapat segera dipilah sehingga tidak menumpuk terlalu lama.
Para pekerja sebelumnya telah mendapatkan pembekalan mengenai pola kerja dan teknis pemilahan sejak Sabtu (22/8/2026), sehari setelah akses menuju TPAS Karangrejo kembali dibuka.
“Pekerja sudah kami siapkan dan diberikan pemahaman terkait mekanisme pemilahan. Sistem shift diterapkan agar sampah yang datang bisa langsung ditangani,” ujarnya.
Dalam sistem tersebut, sampah yang masuk dipisahkan berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya. Material organik diarahkan ke barak pengomposan untuk diolah menjadi pupuk. Sementara material anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dipisahkan dan dicacah untuk mendukung proses daur ulang.
Adapun residu kering yang sudah tidak dapat dimanfaatkan akan dikirim ke TPAS Karangrejo.
“Yang dibawa ke TPAS Karangrejo nantinya hanya residu kering yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi,” jelas Raden.
Dengan pemilahan tersebut, volume sampah organik yang masuk ke TPAS dapat dikurangi sehingga potensi munculnya bau juga dapat ditekan.
Dalam beberapa hari terakhir, lalu lintas truk pengangkut sampah menuju PDU Rejomulyo terlihat lebih padat. Kondisi itu terjadi karena adanya sampah yang sempat menumpuk setelah pelayanan pengangkutan terganggu selama hampir sepekan.
Namun, Raden memastikan kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Seiring selesainya proses pembersihan, aktivitas armada pengangkut sampah diperkirakan kembali normal.
“Mulai besok lalu lintas truk sampah tidak akan sepadat beberapa hari ini karena kondisi kebersihan kota sudah mulai normal,” tandasnya. (*)
Raditya adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kota Metro Lampung.







