Ketua Gemasik Indonesia dr Wahdi dan Wamenkes Bahas Peta Jalan Generasi Emas Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 17:07

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritastv.com, Jakarta – Ketua Generasi Emas Indonesia Cemerlang (Gemasik Indonesia) Dr. dr. Wahdi, Sp.OG(K), SH, MH, bertemu dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, membahas peta jalan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.

Pertemuan tersebut berlangsung Selasa, 1 September 2026, di ruang kerja Wamenkes di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta. Pertemuan membahas penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung visi besar Kementerian Kesehatan periode 2025-2029 yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo.

Pembangunan SDM menuju Indonesia 2045 dinilai membutuhkan perhatian serius dan harus dimulai sejak masa prakonsepsi, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), remaja, dewasa hingga lanjut usia melalui strategi pembangunan berdasarkan siklus kehidupan yang berkelanjutan atau Continuum of Care Across the Life Cycle.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan pembangunan kesehatan tersebut. Kolaborasi juga diperlukan dengan organisasi profesi, akademisi dan berbagai unsur masyarakat agar program pembangunan SDM dapat berjalan secara berkesinambungan.

Dalam pertemuan itu, turut dibahas pembangunan SDM di bidang kedokteran dan tenaga kesehatan, khususnya peningkatan pemahaman mengenai etika, disiplin, standar pelayanan, hukum dan regulasi dalam pelayanan kesehatan.

Pendidikan mengenai aspek hukum dan regulasi dinilai penting diberikan kepada mahasiswa kedokteran dan kesehatan sebelum mereka menjalani praktik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Pembahasan juga mencakup sejumlah program prioritas Kementerian Kesehatan, antara lain pencegahan dini, program cek kesehatan gratis, peningkatan cakupan dan mutu imunisasi rutin anak, serta percepatan penurunan stunting.

Fokus perlindungan ibu dan anak turut menjadi bagian penting dalam pembahasan. Hal tersebut dinilai sebagai fondasi awal untuk melahirkan generasi yang sehat, unggul dan bebas stunting.

Wahdi yang juga merupakan pencetus Gerakan Jaringan Masyarakat Peduli Anak Ibu (Jamapai) serta peraih penghargaan Inovasi POGI Awards 2025 menilai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta stunting membutuhkan keterlibatan berbagai sektor.

Selain intervensi pada masa kehamilan dan anak, upaya pencegahan juga perlu dilakukan sejak remaja. Edukasi kesehatan reproduksi dan pranikah dinilai penting untuk mempersiapkan calon ibu dan mencegah berbagai risiko kesehatan.

Wahdi juga menyoroti pernikahan pada usia di bawah 19 tahun. Menurutnya, edukasi dan pemantauan kesehatan sejak remaja perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko terhadap kesehatan ibu dan anak.

Dalam aspek pelayanan kesehatan, Wahdi mengusulkan penguatan Maternal Early Warning Score (MEWS) Obstetri yang terintegrasi dengan Rekam Medik Elektronik (RME) dan SATU SEHAT Kementerian Kesehatan.

Sistem tersebut dinilai dapat membantu mendeteksi secara dini kondisi yang berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan terhadap ibu dan bayi. Penguatan deteksi dini tersebut juga dinilai sejalan dengan transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan, khususnya pilar pelayanan primer yang mengutamakan upaya promotif dan preventif.

Kemenkes saat ini juga mendorong skrining kesehatan serta intervensi gizi spesifik pada periode 1.000 HPK untuk memutus rantai stunting secara nasional. Program tersebut membutuhkan dukungan pencatatan dan pelaporan kesehatan yang terintegrasi agar kebijakan dapat disusun berdasarkan data yang akurat.

Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 WIB tersebut juga membahas pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, organisasi profesi serta akademisi dalam mendukung program kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi pembahasan tersebut dan menilai pembangunan SDM merupakan modal utama pembangunan nasional.

“Saya senang dapat bertukar pikiran bersama teman-teman yang tentu mempunyai pengalaman banyak sebagai praktisi kesehatan dan juga praktisi hukum. Ini tentu akan menjadi perhatian Kemenkes, dan saya mengusulkan pendidikan hukum diberikan kepada mahasiswa sebelum terjun praktik di fasilitas kesehatan dan dalam pengabdian di masyarakat,” kata Benjamin.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, organisasi profesi serta akademisi semakin diperkuat dalam mendukung program Asta Cita Presiden, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Benjamin juga menilai calon tenaga kesehatan perlu dibekali pemahaman mengenai hukum, etika dan regulasi agar mampu memberikan pelayanan yang mengutamakan mutu serta keselamatan pasien “Pasien selamat, maka semua selamat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wahdi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor bersama Kementerian Kesehatan dalam memperkuat perlindungan ibu dan anak, menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Pembangunan SDM menuju Indonesia 2045 harus dimulai sejak prakonsepsi, 1.000 Hari Pertama Kehidupan, remaja, dewasa hingga lansia. Karena itu, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar pembangunan manusia dilakukan secara berkelanjutan,” kata Wahdi.

Terkait pelayanan kesehatan ibu dan bayi, Wahdi menekankan pentingnya sistem deteksi dini yang terintegrasi dengan sistem digital Kementerian Kesehatan.

“Deteksi dini harus diperkuat dan terintegrasi dalam sistem kesehatan digital. Maternal Early Warning Score Obstetri yang terhubung dengan Rekam Medik Elektronik dan SATU SEHAT dapat menjadi bagian penting dalam mencegah keterlambatan penanganan yang berisiko terhadap keselamatan ibu dan bayi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kesehatan sejak remaja, termasuk edukasi pranikah dan pemantauan kesehatan reproduksi sebagai bagian dari pencegahan stunting sejak hulu.

“Perlindungan ibu dan anak harus dimulai dari hulu. Edukasi sejak remaja, persiapan sebelum kehamilan, pemantauan 1.000 Hari Pertama Kehidupan hingga penguatan pelayanan kesehatan harus dilakukan bersama melalui gotong royong lintas sektor,” tegas Wahdi.

Menurut Wahdi, penyiapan SDM yang tangguh membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi profesi, akademisi hingga kader posyandu di tingkat desa.

“Kita tidak bisa membangun generasi emas hanya melalui satu sektor. Pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, akademisi, pemerintah daerah dan masyarakat harus bergerak bersama. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, produktif dan berdaya saing menuju 2045,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 149 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru