Mayat Perempuan dalam Kardus di Bandung Ternyata Warga Tanjung Karang Bandar Lampung

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 08:54

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto saat kardus mayat pertama kali ditemukan dan saat tersangka SDS digelandang polisi setelah ditangkap di Cikupa, Banten, Selaa 1 September 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Kolase foto saat kardus mayat pertama kali ditemukan dan saat tersangka SDS digelandang polisi setelah ditangkap di Cikupa, Banten, Selaa 1 September 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Jawa Barat – Identitas perempuan yang ditemukan tewas di dalam kardus di Kota Bandung, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Siti Maemunah (41), warga yang tercatat berasal dari Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Siti Maemunah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sebuah kardus yang ditinggalkan di kawasan Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Selasa (1/9/2026).

Penemuan jasad tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Babakan Ciparay bersama Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad korban untuk menjalani pemeriksaan serta proses identifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil identifikasi, polisi memastikan korban merupakan Siti Maimunah, perempuan berusia 41 tahun yang tercatat berasal dari Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Dalam penyelidikan kasus tersebut, polisi kemudian mengamankan seorang pria berinisial SDS (31). Pria tersebut diduga kuat berkaitan dengan kematian korban dan pembuangan jasad ke dalam kardus.

Penangkapan dilakukan beberapa jam setelah jasad korban ditemukan. Polisi sebelumnya melakukan penelusuran terhadap sejumlah saksi dan petunjuk yang diperoleh dari lokasi kejadian hingga akhirnya mengarah kepada SDS.

Hingga Kamis (3/9/2026), polisi belum mengungkap secara resmi alamat atau asal SDS. Karena itu, informasi mengenai SDS sebagai warga daerah tertentu belum dapat dipastikan.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif pembunuhan dan hubungan antara SDS dengan korban.

BACA JUGA : Jasad Wanita Dalam Kardus di Bandung asal Lampung Ternyata Kelahiran Pringsewu.

“Alhamdillah, SDS diamankan di wilayah Cikupa, Banten, pada Selasa (1/9/2026) malam. Saat diamankan, SDS diduga tengah berupaya melarikan diri menuju Palembang,” kata Dedi, Kamis 3 September 2026.

Ditambahkannya, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap SDS untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian sebelum korban meninggal dunia hingga jasadnya dibuang dalam kardus.

“Adapun motif ataupun modus operandi, nanti akan kita dalami lebih lanjut dan penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi,” tandasnya.

Diketahui, peristiwa tersebut bermula pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. SDS diduga memesan jasa angkutan melalui aplikasi untuk membawa sebuah kardus dari kawasan Jalan Terusan Suryani menuju Kopo, Bandung.

Sopir angkutan bernama Tegar kemudian datang mengambil kardus tersebut. Ia sempat membantu mengangkat kardus yang berukuran cukup besar dan berat ke dalam kendaraan.

Saat kendaraan mulai berjalan, Tegar mencium bau menyengat dari arah kardus. Ia kemudian menanyakan kepada SDS mengenai isi kardus tersebut.

SDS disebut menjawab bahwa kardus itu berisi besi dan pakaian. Namun, jawaban tersebut membuat Tegar semakin curiga sehingga ia meminta kardus dibuka untuk memastikan isinya.

SDS disebut menolak permintaan tersebut. Karena semakin curiga dan merasa tidak nyaman, Tegar kemudian meminta SDS turun dari kendaraan.

Kendaraan akhirnya berhenti di sekitar pertigaan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Terusan Suryani, sebelum lampu merah Pasirkoja. Kardus kemudian diturunkan dan Tegar meminta bantuan petugas keamanan di sekitar lokasi.

Laporan mengenai kardus mencurigakan tersebut kemudian diterima petugas melalui layanan kepolisian 110. Polisi bersama Tim Inafis mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan.

Saat kardus dibuka, petugas menemukan jasad seorang perempuan di dalamnya. Jasad kemudian dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan dan identifikasi.

Dari hasil identifikasi itulah diketahui korban merupakan Siti Maimunah (41), warga yang tercatat berasal dari Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Petunjuk kuat mengenai kasus pembunuhan Siti Maemunah perlahan juga terurai melalui keterangan Daniel, tetangga pelaku di kontrakan kawasan RT 03/RW 03, Jalan Halteu Selatan, Kelurahan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Daniel mengaku pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB didatangi SDS di kamar kontrakannya yang berada di lantai dua. Saat itu, pelaku meminta bantuan untuk mengangkat sebuah kardus besar yang dikemas rapi menyerupai paket kiriman.

“Sekitar pukul 09.30 pagi. Istri saya antar anak sekolah kan jam 09.00, saya main game sebentar, tiba-tiba dia ketok-ketok. ‘Pak, bisa minta tolong?’ katanya. ‘Angkatin barang’,” kata Daniel menirukan ucapan pelaku.

Daniel awalnya mengira barang yang hendak dipindahkan merupakan furnitur atau perabotan kayu. Namun, ketika mencoba mengangkat kardus tersebut, ia merasakan bebannya sangat berat sehingga tidak mampu mengangkat seorang diri.

Pelaku kemudian meminta bantuan tetangga lainnya bernama Ogi. “Wah, berat, Pak, enggak ke bawa, saya bilang. Enggak kebawa sendiri, harus banyakan,” ujar Daniel. Setelah Ogi datang, kardus tersebut diangkat bersama hingga melibatkan tiga orang, namun tetap terasa sangat berat. Daniel kemudian menanyakan isi kardus dan pelaku menjawab bahwa di dalamnya terdapat besi dan pakaian.

Karena kardus sulit diangkat, Daniel sempat menyarankan agar isinya dibagi menjadi dua bagian. Namun, pelaku menolak dengan alasan kardus tersebut sudah sulit dibuka karena telah dilakban. Daniel bahkan menawarkan memiliki lakban untuk mengemas kembali barang tersebut, tetapi pelaku tetap mengatakan tidak perlu.

Saat itu, Daniel dan dua tetangganya belum mengetahui bahwa kardus besar yang mereka bantu angkat dari lantai atas kontrakan tersebut ternyata berisi jasad Siti Maemunah. Keterangan para tetangga tersebut kini menjadi bagian penting dalam mengungkap rangkaian peristiwa sebelum jasad korban dibawa keluar dari kontrakan. (*)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 500 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru