Prioritastv.com, Lampung – Jenazah Siti Maimunah (41), perempuan asal Lampung yang menjadi korban pembunuhan dan jasadnya ditemukan terbungkus kardus di Kota Bandung, Jawa Barat, akhirnya dibawa pulang ke kampung halamannya untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Jenazah Siti diberangkatkan dari Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah membenarkan jenazah korban telah dibawa pihak keluarga menuju Lampung.
“Iya (dibawa ke Lampung ke keluarganya),” ujar Nurindah, Jumat (4/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Kapolsek Tanjungkarang Barat, Polresta Bandar Lampung, AKP Martoyo membenarkan Siti Maimunah merupakan warga Bandar Lampung. Polrestabes Bandung sebelumnya berkoordinasi dengan pihak Polrestabes Bandung terkait identitas korban.
Keluarga juga memastikan Siti Maimunah lahir di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah. Sementara orang tua korban kini tinggal di Kampung atau Desa Sangun Ratu, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah.
Desa Tanjung Rejo dan Sangun Ratu merupakan wilayah yang saling bertetangga di Kecamatan Pubian. Dengan demikian, meski tercatat sebagai warga Bandar Lampung, korban memiliki hubungan keluarga dan asal-usul dari wilayah Lampung Tengah.
Diketahui, kasus ini bermula, warga yang digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan yang terbungkus kardus di sekitar Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kardus tersebut ditemukan di halaman luar sebuah bangunan di pinggir Jalan Soekarno Hatta, dekat gerbang pabrik kosong. Saat ditemukan, terdapat bagian tubuh korban yakni tangan yang terlihat dari kardus sehingga warga melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk pemeriksaan dan proses identifikasi. Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan.
Identitas korban kemudian diketahui bernama Siti Maimunah (41), warga Kota Bandar Lampung. Siti tercatat beralamat di Jalan Mangga, LK II RT 008, Kelurahan Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung.
Dalam perkembangan kasus tersebut, polisi kemudian mengamankan pria berinisial SDS (31) di wilayah Cikupa, Serang, Banten. SDS ditangkap kurang dari enam jam setelah jasad Siti Maimunah ditemukan, saat dalam perjalanan menuju Palembang. Polisi kemudian membawa SDS ke Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Fakta baru terkuak, sebelum jasad ditemukan, SDS diduga memesan jasa angkutan untuk membawa kardus dari kawasan tempat tinggalnya. Salah satu petunjuk penting dalam kasus ini berasal dari driver Lalamove bernama Tegar.
Tegar menerima pesanan untuk mengangkut kardus tersebut. Namun, dalam perjalanan, ia mencium bau menyengat dari dalam kardus sehingga merasa curiga dengan barang yang dibawanya.
Kecurigaan tersebut kemudian dilaporkan dan menjadi salah satu petunjuk bagi polisi dalam mengungkap kasus penemuan jasad Siti Maimunah.
Ditempat berbeda, salah seorang tetangga kos bernama Daniel juga mengaku sempat diminta membantu mengangkat kardus besar dari kamar terduga pelaku pada pagi sebelum jasad korban ditemukan.
Sekitar pukul 09.30 WIB, terduga pelaku mengetuk pintu kamar Daniel dan meminta bantuan mengangkat barang. Daniel mengira kardus tersebut berisi barang biasa seperti lemari atau perlengkapan lainnya.
Namun, kardus tersebut ternyata sangat berat sehingga Daniel meminta bantuan tetangga lain. Kardus kemudian diangkat bertiga ke bagian bawah, sebelum dibawa menggunakan troli dan selanjutnya diangkut menggunakan kendaraan.
Daniel mengaku sempat menanyakan isi kardus tersebut. Menurutnya, terduga pelaku mengatakan kardus itu berisi besi dan pakaian.
Saat mengangkat kardus, Daniel juga mengaku sempat mencium bau kurang sedap. Namun, ia memilih berpikir positif dan tidak menyangka kardus tersebut berisi jasad manusia.
Kecurigaan semakin kuat saat polisi melakukan olah TKP. Bau amis dan menyengat disebut tercium di sekitar lokasi kos, sementara banyak lalat terlihat di lokasi.
Warga lainnya, Ari, penjaga warung yang berada dekat kos terduga pelaku, mengatakan pria tersebut memang jarang berkomunikasi dengan warga sekitar meski sering berbelanja di tempatnya.
Ari juga melihat terduga pelaku membawa kardus besar pada pagi sebelum jasad Siti ditemukan dengan dibantu tetangga kosnya dan kemudian dibawa pakai troli. SDS sempat ditanya juga oleh Linmas di bagian depan, tapi SDS mengatakan paket untuk dibawa ke ekspedisi.
Kasus pembunuhan tersebut masih ditangani Polrestabes Bandung. Polisi masih mendalami motif, kronologi lengkap, serta peran tersangka SDS dalam kematian Siti Maimunah. (*)

Zulkarnain adalah Wakabiro Provinsi Lampung, Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Provinsi Lampung.







