Siti Maimunah Korban Pembunuhan di Bandung Ternyata Lahir di Lampung Tengah, Ini Alamatnya di Bandar Lampung

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 11:11

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jasad Siti Maimunah saat pertama kali ditemukan terbungkus kardus di kawasan Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Selasa (1/9/2026).

Jasad Siti Maimunah saat pertama kali ditemukan terbungkus kardus di kawasan Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Selasa (1/9/2026).

Prioritastv.com, Lampung – Siti Maimunah (41), perempuan yang jasadnya ditemukan di dalam kardus di Kota Bandung, Jawa Barat, diketahui merupakan warga Kota Bandar Lampung. Berdasarkan dokumen kependudukan, korban tercatat lahir di Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.

Sebelumnya, redaksi memperoleh data yang menyebut korban lahir di Tanjung Rejo, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, sebagaimana informasi yang sebelumnya disampaikan polisi. Namun, berdasarkan klarifikasi keluarga dan dokumen kependudukan, tempat kelahiran Siti Maimunah yang benar adalah Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah.

Sementara itu, korban tercatat beralamat di Jalan Mangga, LK II RT 008, Kelurahan Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Tanjungkarang Barat AKP Martoyo membenarkan bahwa perempuan yang jasadnya ditemukan dalam kardus tersebut merupakan warga Bandar Lampung.

“Pihak Polrestabes Bandung telah koordinasi dengan kami bahwa korban tersebut warga Bandar Lampung bernama Siti Maimunah,” kata Martoyo, Jumat (4/9/2026).

Menurut Martoyo, keterangan mengenai identitas korban diperoleh setelah pihak Polrestabes Bandung berkoordinasi dengan kepolisian di Lampung. Dari dokumen kependudukan diketahui bahwa Siti Maimunah tercatat sebagai warga Bandar Lampung.

“Memang benar korban merupakan warga Bandar Lampung. Pihak keluarga juga ada yang berdomisili di Pringsewu,” ujarnya.

Keterangan keluarga sekaligus meluruskan informasi mengenai hubungan korban dengan Kabupaten Pringsewu. Siti Maimunah memang memiliki keluarga yang berdomisili di Pringsewu, namun berdasarkan dokumen kependudukan, korban lahir di Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah.

Sementara itu, keluarga mengaku tidak mengetahui secara rinci aktivitas Siti Maimunah selama berada di Bandung. Menurut Bandi, kakak ketiga korban, Siti sebelumnya hanya berpamitan hendak bekerja di Bandung.

Keluarga kemudian menerima kabar mengenai kematian Siti dari suami korban. Informasi tersebut membuat keluarga mengetahui bahwa Siti menjadi korban pembunuhan dan jasadnya ditemukan di dalam sebuah kardus di Bandung.

Bandi mengenang adiknya sebagai sosok yang baik sejak kecil. Ia berharap kasus tersebut dapat diusut hingga tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman berat.

Sebelumnya, Polrestabes Bandung mengungkap kasus penemuan jasad perempuan di dalam kardus yang ditemukan di kawasan Jalan Terusan Suryani, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Selasa (1/9/2026).

Jasad tersebut ditemukan setelah sopir angkutan mencurigai kardus berukuran besar yang dibawanya karena mengeluarkan bau menyengat. Korban kemudian diketahui bernama Siti Maemunah (41), perempuan yang tercatat sebagai warga Kota Bandar Lampung.

Jasad korban dievakuasi petugas bersama Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi.

Dalam penyelidikan kasus tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial SDS (31). SDS diamankan di wilayah Cikupa, Banten, pada Selasa (1/9/2026) malam, beberapa jam setelah jasad korban ditemukan.

Sebelum jasad ditemukan, SDS diduga memesan jasa angkutan melalui aplikasi untuk membawa kardus dari kawasan Jalan Terusan Suryani menuju Kopo, Bandung. Namun, sopir angkutan mencium bau menyengat dari dalam kardus dan kemudian meminta SDS turun dari kendaraan.

Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk keterkaitan SDS dengan kematian Siti Maemunah, motif, serta penyebab pasti kematian korban yang masih menunggu hasil autopsi. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 382 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru