Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (5/9/2026) sore. Abu vulkanik mulai dirasakan warga sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga malam hari, sekitar pukul 19.53 WIB, debu halus masih terasa di sejumlah lokasi dan beterbangan terbawa angin.
Kondisi tersebut membuat pandangan sejumlah pengendara terganggu. Debu vulkanik yang berada di udara membuat suasana di beberapa ruas jalan tampak berkabut tipis sehingga pengguna jalan harus lebih berhati-hati.
Tidak hanya pengendara, warga yang berada di luar rumah juga merasakan dampaknya. Abu vulkanik yang terbawa angin mengenai wajah dan masuk ke mata hingga menyebabkan rasa perih dan tidak nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga Pringsewu, Ahmad (26), mengatakan dirinya merasakan langsung paparan abu vulkanik tersebut ketika berada di luar rumah.
“Badan saya terasa seperti dihujani debu. Debunya halus dan entah dari mana datangnya,” ujar Ahmad, Sabtu malam.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas warga, terutama masyarakat yang masih berada di luar rumah. Sejumlah warga kemudian memilih mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Warga juga mulai menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah. Pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan karena abu yang beterbangan dapat mengganggu jarak pandang.
Sebelumnya, Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Rioboniek Situmorang, mengatakan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga laporan dibuat.
Berdasarkan pemantauan, erupsi tercatat pada pukul 22.03 WIB, 22.11 WIB, 22.42 WIB, 22.53 WIB dan 23.07 WIB. Aktivitas kembali tercatat pada Sabtu pukul 00.01 WIB, dengan visual letusan tidak teramati namun aktivitas erupsi masih berlangsung.
Pada Jumat pagi, erupsi Gunung Anak Krakatau juga tercatat pada pukul 04.11 WIB, 04.19 WIB, 04.28 WIB dan 05.46 WIB. Pada pukul 05.46 WIB, kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut dan bergerak ke arah barat serta barat laut.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026) malam. Suara dentuman dan gemuruh akibat aktivitas erupsi juga masih terdengar.
Berdasarkan pantauan para nelayan hingga pukul 18.30 WIB, Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas erupsi. Dari pos pemantauan, terlihat kilatan api berwarna merah yang keluar dari kawasan Gunung Anak Krakatau.
Aktivitas tersebut menjadi tanda erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung hingga malam hari, sementara sebaran abu vulkanik telah dirasakan masyarakat di wilayah Pringsewu.
Masyarakat diimbau tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker serta melindungi mata dari paparan abu vulkanik. Pengendara juga diminta menyesuaikan kecepatan apabila jarak pandang terganggu. Perkembangan sebaran abu vulkanik dan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau. (*)

Davit Segara adalah Wartawan Utama yang tersertifikasi di Dewan Pers Republik Indonesia. Redaktur Media Prioritastv.com yang bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 14792-LSPR/WU/DP/XI/2025/16/06/80.







