Bupati Tanggamus Instruksikan Jajaran Bergerak Tangani Dampak Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 14:27

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi warga Lansia di Pekon Martanda Pematang Sawa yang ditinjau dan diberikan masker oleh Puskesmas setempat, Sabtu 5 September 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Kondisi warga Lansia di Pekon Martanda Pematang Sawa yang ditinjau dan diberikan masker oleh Puskesmas setempat, Sabtu 5 September 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi, menginstruksikan jajaran pemerintah daerah bergerak cepat meningkatkan kesiapsiagaan menyusul hujan abu vulkanik dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus, Sabtu (5/9/2026).

“Saya instruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat, meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak hujan abu vulkanik. Tetap lakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif di lapangan,” kata  Bupati Saleh Asnawi.

Instruksi tersebut ditujukan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya BPBD Tanggamus, Dinas Kesehatan dan Camat Pematang Sawa untuk melakukan pemantauan serta penanganan di wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati juga meminta masyarakat untuk sementara mengurangi aktivitas di luar rumah, tetap tenang namun siaga, serta mengikuti informasi resmi pemerintah terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Masyarakat untuk sementara mengurangi aktivitas di luar rumah, tetap tenang namun siaga, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak juga diminta untuk sementara diliburkan. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian, khususnya untuk melindungi anak-anak dari paparan abu vulkanik.

“Kami meminta BPBD Tanggamus terus berkoordinasi dengan BMKG Stasiun Kalianda dan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca maupun potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Tanggamus juga diperintahkan memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak dengan mengerahkan bidan desa dan tenaga kesehatan untuk membuka posko, membagikan masker serta menyediakan obat-obatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hujan abu mulai dirasakan warga sekitar pukul 06.00 WIB. Kondisi tersebut dilaporkan cukup tebal dan disertai gempa kecil yang terjadi berulang, terutama di sejumlah wilayah kerja UPTD Puskesmas Martanda, Kecamatan Pematang Sawa.

Hujan abu juga dilaporkan melanda sejumlah wilayah pesisir Tanggamus, termasuk Kecamatan Pematang Sawa, Kelumbayan dan Cukuh Balak. Abu vulkanik terpantau hingga ke permukiman warga dan mengotori rumah, sekolah serta sejumlah tempat ibadah.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, meminta masyarakat tetap waspada dan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan.

“Masyarakat kami imbau tetap waspada dan mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi, seperti BPBD Kabupaten Tanggamus, BMKG dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus,” kata Hendarman.

Masyarakat, khususnya anak-anak, juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

“Jaga kesehatan dan lindungi diri kita masing-masing. Tetap waspada terhadap perkembangan situasi,” ujarnya.

Sementara itu, UPTD Puskesmas Martanda telah bergerak dengan mengerahkan bidan desa, perawat dan petugas kesehatan ke sejumlah titik terdampak. Sedikitnya 1.650 masker telah dibagikan kepada masyarakat di sejumlah pekon.

Kepala UPTD Puskesmas Martanda, Diana, mengatakan petugas juga menyiapkan obat-obatan dan memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat.

“Kami langsung mengerahkan bidan desa, perawat dan petugas kesehatan ke sejumlah titik terdampak untuk membagikan masker kepada masyarakat. Kami juga menyiapkan obat-obatan yang diperlukan,” kata Diana.

Di Pekon Tirom Jaya, sebanyak 250 masker dibagikan kepada masyarakat. Kemudian di Pekon Way Asahan melalui Pustu Way Asahan sebanyak 200 masker, Karang Brak 250 masker, Pekon Martanda 150 masker dan titik pelayanan lainnya di Martanda sebanyak 300 masker.

Selanjutnya, sebanyak 300 masker dibagikan di Pekon Kaur Gading, 200 masker di Tampang Tua dan 250 masker di Tampang Muda. Petugas juga menyiapkan sejumlah obat dan vitamin sesuai kebutuhan.

Diana mengimbau masyarakat menggunakan masker saat berada di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama hujan abu masih terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat berada di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama hujan abu masih terjadi. Kalau ada keluhan kesehatan, masyarakat bisa segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari PVMBG periode pengamatan Sabtu (5/9/2026) pukul 00.00–06.00 WIB, aktivitas erupsi masih berlangsung menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB.

Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga. Dalam laporan pengamatan juga tercatat adanya lava fountain atau lava air mancur pada malam hari. Dentuman dan suara gemuruh terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran.

PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui BPBD, Dinas Kesehatan, jajaran kecamatan dan tenaga kesehatan masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

Masyarakat diimbau tidak panik, tetap siaga, membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat harus keluar rumah serta mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah dan lembaga berwenang. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru