Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – UPTD Puskesmas Martanda Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus bergerak cepat menangani dampak hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang melanda sejumlah wilayah Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Melalui bidan desa, perawat dan petugas kesehatan, Puskesmas Martanda mendistribusikan sedikitnya 1.650 masker kepada masyarakat di sejumlah pekon yang terdampak hujan abu vulkanik.
Kepala UPTD Puskesmas Martanda, Diana, mengatakan petugas langsung dikerahkan ke sejumlah titik untuk membagikan masker kepada masyarakat sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami langsung mengerahkan bidan desa, perawat dan petugas kesehatan ke sejumlah titik terdampak untuk membagikan masker kepada masyarakat. Kami juga menyiapkan obat-obatan yang diperlukan,” kata Diana.
Diana menjelaskan, pembagian dilakukan di Pekon Tirom Jaya, sebanyak 250 masker dibagikan kepada masyarakat, disertai penyediaan obat Intunal dan CTM.
Kemudian Pekon Way Asahan melalui Pustu Way Asahan, petugas membagikan 200 masker serta menyiapkan Intunal dan vitamin.
Sementara di wilayah Karang Brak, sebanyak 250 masker disalurkan melalui Poskesdes Tirom Awi. Petugas juga menyiapkan obat Intunal dan Salbutamol.
Di Pekon Martanda, sebanyak 150 masker dibagikan kepada warga sekitar dan lingkungan SD Negeri 1 Martanda. Pada titik pelayanan lainnya di Pekon Martanda, kembali dibagikan 300 masker, disertai Salbutamol dan vitamin.
Selanjutnya, di Pekon Kaur Gading sebanyak 300 masker dibagikan kepada masyarakat, dengan dukungan obat Intunal, vitamin dan CTM.
Di Tampang Tua, petugas membagikan 200 masker kepada warga sekitar serta menyiapkan Intunal, CTM dan vitamin.
Sedangkan di Tampang Muda, sebanyak 250 masker dibagikan melalui Balai Pekon Tampang Muda, disertai obat Intunal dan vitamin.
“Dengan demikian, sedikitnya 1.650 masker telah didistribusikan oleh jajaran Puskesmas Martanda di sejumlah titik pelayanan kesehatan wilayah terdampak,” jelasnya.
Ia menambahkan pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat dapat mengurangi paparan abu vulkanik, khususnya ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat berada di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama hujan abu masih terjadi. Kalau ada keluhan kesehatan, masyarakat bisa segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” imbaunya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Herry Novrizal, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap dampak hujan abu vulkanik yang mulai dirasakan warga sejak sekitar pukul 06.00 WIB.
“Untuk sementara belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian material. Kami sudah membuka posko pengobatan dan membagikan masker kepada masyarakat,” kata dr. Herry Novrizal.
Ia mengimbau masyarakat yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Hujan abu vulkanik dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Pematang Sawa. Abu terpantau hingga ke permukiman warga dan menempel pada atap, lantai rumah, fasilitas pendidikan dan rumah ibadah hingga pepohonan. (*)
Sungatno adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kabupaten Tanggamus.







