Prioritastv.com, Lampung – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Minggu (6/9/2026) sore hingga malam disambut rasa syukur oleh warga. Sebelumnya, wilayah tersebut dilanda hujan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Turunnya hujan menjadi angin segar bagi masyarakat setelah sebelumnya sejumlah wilayah Tanggamus terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hujan diharapkan dapat membantu membasahi serta membersihkan abu yang menempel di lingkungan masyarakat.
Sejumlah netizen mengungkapkan rasa lega dan syukur melalui media sosial setelah hujan turun. Salah satunya Ianz Nafiz yang menyebut hujan membuat suasana Gisting terasa lebih segar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah Gisting diguyur hujan walaupun ga besar, rasanya seger,” tulis Ianz Nafiz.
Ungkapan serupa disampaikan Eni Purnami. Ia menyebut hujan yang turun membantu membasahi debu yang sebelumnya berada di lingkungan sekitar. “Alhamdulillah hujan nyiram debu,” tulisnya.
Sementara Indah Setia Wati membagikan video kondisi Gisting saat hujan dan menyebut hujan di wilayah tersebut turun deras. Netizen lainnya juga berharap hujan menyebar ke wilayah lain yang masih terdampak abu vulkanik.
Saprul Hady Asmawan berharap hujan turut berkunjung ke Ulu Belu. Ismawati menyebut wilayah Suoh juga diguyur hujan, meski tidak merata. Susi Lestari berharap hujan sampai ke Talang Padang agar debu-debu berkurang.
Wida Balqis turut menyampaikan bahwa hujan sangat membantu. Sementara Ulfa Nizma mengatakan kawasan Kota Agung belakangan sudah hampir setiap hari diguyur hujan.
Hujan yang turun di wilayah Gisting berlangsung cukup lama sejak sore hingga malam. Sementara di wilayah Kota Agung, hujan yang turun hanya berlangsung singkat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, membenarkan adanya hujan di wilayah Gisting pada Minggu (6/9/2026) sore hingga malam.
“Hujan terjadi di wilayah Gisting kemarin sore, Minggu 6 September 2026,” kata Hendarman Wahid.
Selain Gisting, BPBD juga mencatat hujan terjadi di sebagian wilayah Kota Agung dan Kota Agung Timur pada Minggu malam, namun hujan di wilayah tersebut berlangsung kurang lebih 20 menit.
“Hujan sebagian juga di Kota Agung Timur dan Kota Agung tapi tidak derah dan tidak lama, kurang lebih 20 menit,” ujarnya.
Hendarman Wahid, menambahkan bahwa hujan yang terjadi di wilayah Tanggamus tidak berkaitan dengan fenomena hujan abu vulkanik dan berdasarkan informasi dari BMKG, hujan yang terjadi merupakan kondisi cuaca di wilayah Tanggamus yang memang memiliki curah hujan meskipun saat ini memasuki musim kemarau.
“Untuk hujan wilayah, dari BMKG tidak ada keterkaitan dengan fenomena hujan abu. Di wilayah Kabupaten Tanggamus, curah hujan masih ada walaupun di musim kemarau. Bukan karena panas, tetapi wilayah Tanggamus masih ada curah hujan,” tandasnya.
Pantauan cuaca di wilayah Tanggamus, mulai dari Gisting hingga Wonosobo, terlihat mendung. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut akan berlanjut menjadi hujan atau tidak.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus mencatat 74 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dari total 158 kunjungan pasien berdasarkan surveilans dampak abu vulkanik hingga Minggu, 6 September 2026.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap memperhatikan kondisi kesehatan, terutama apabila mengalami keluhan atau gangguan pernapasan setelah terpapar abu vulkanik. Pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak juga terus dilakukan oleh instansi terkait. (*)

Zulkarnain adalah Wakabiro Provinsi Lampung, Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Provinsi Lampung.







