Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Dampak hujan abu vulkanik yang melanda wilayah Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mulai dirasakan masyarakat. Hingga Selasa, 8 September 2026, tercatat sebanyak 67 kasus terkait dampak abu vulkanik masuk dalam data kunjungan pasien di Puskesmas Kota Agung.
KUPT Puskesmas Kota Agung, Maritha, mengatakan dari total 161 pasien yang berkunjung ke puskesmas pada 7-8 September 2026, sebanyak 67 pasien mengalami keluhan yang berkaitan dengan dampak abu vulkanik.
“Dari data yang masuk, ada 67 kasus. Di antaranya ISPA sebanyak 44 kasus, keluhan mata enam kasus, kulit delapan kasus, diare lima kasus dan PPOK empat kasus,” kata Maritha kepada Media Priritastv.com, Rabu 9 September 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, dari sejumlah pasien yang terdampak tersebut terdapat satu ibu hamil dan seorang bayi berusia tujuh bulan. Keduanya telah mendapatkan penanganan di Puskesmas Kota Agung Pusat.
Maritha menambahkan, hingga saat ini belum ada pasien terdampak abu vulkanik yang harus dirujuk ke RSUD Batin Mangunang. Seluruh pasien yang datang masih dapat ditangani oleh petugas medis di puskesmas.
“Untuk sementara tidak ada yang dirujuk. Masih bisa ditangani di sini semua,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, untuk menggunakan masker saat beraktivitas guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu.
“Masyarakat diharapkan memakai masker dan tetap menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya.
Sebelumnya, berdasarkan Laporan Situasi Terkini Dampak Abu Vulkanik terhadap Kesehatan Masyarakat Kabupaten Tanggamus hingga Selasa, 8 September 2026 pukul 17.00 WIB, Dinas Kesehatan Tanggamus mencatat 467 pasien mengalami batuk/ISPA, 117 pasien mengalami iritasi mata dan 67 pasien mengalami iritasi kulit.
Wilayah terdampak tercatat mencapai tiga kelurahan dan 299 pekon, dengan jumlah penduduk terdampak sekitar 678.021 jiwa. Selain keluhan tersebut, sebanyak 1.196 pasien mendapatkan pelayanan rawat jalan.
Dinas Kesehatan juga mencatat tiga pasien masih menjalani perawatan di Puskesmas, yakni dua pasien di Puskesmas Sanggi dan satu pasien di Puskesmas Gunung Sari yang dilaporkan memiliki indikasi penyakit paru dan mengalami lemas. Hingga laporan tersebut, tidak terdapat pasien yang dirujuk ke rumah sakit maupun meninggal dunia.
Dalam penanganan dampak kesehatan akibat abu vulkanik, Dinas Kesehatan mengaktifkan 26 Puskesmas, 176 posko dan mengerahkan 270 tenaga kesehatan lapangan. Sebanyak 75.503 masker juga telah didistribusikan kepada masyarakat.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan paparan abu vulkanik yang berlanjut berpotensi meningkatkan keluhan pernapasan dan iritasi mata. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







