Prioritastv.com, Sumatera Selatan – Kasus tewasnya Anton (32), ASN Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, setelah ditikam istrinya, Deka Ayu (30), mengungkap persoalan rumah tangga yang sebelumnya tidak banyak diketahui publik.
Pihak keluarga korban menyebut keretakan rumah tangga keduanya telah berlangsung cukup lama. Keluarga juga mengungkapkan bahwa Anton disebut kerap mengalami kekerasan dari istrinya selama menjalani kehidupan rumah tangga.
Karena kondisi tersebut, Anton disebut memilih pisah ranjang sekitar satu bulan terakhir sekaligus mengajukan proses perceraian. Meski hubungan keduanya sedang bermasalah, keluarga menyebut korban masih memenuhi tanggung jawab terhadap anak mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban sudah tidak tahan karena sering mendapat perlakuan kekerasan bahkan sejak sebulan setelah menikah. Istrinya ini orangnya keras dan sering melawan,” ungkap salah seorang anggota keluarga korban yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Selasa 22 September 2026.
Kuasa hukum sekaligus kerabat korban, Aulia Aziz Al Haqqi, mengatakan Anton masih memberikan nafkah dan memenuhi kebutuhan yang diminta istrinya meski proses perceraian sedang berjalan.
“Atas kejadian ini, kita sangat menyayangkan, karena Anton, walau telah berpisah satu bulan, masih menafkahi atau memenuhi kebutuhan yang diminta istri,” kata Aulia.
Sebelumnya, Anton tewas setelah mengalami sejumlah luka akibat serangan senjata tajam di sekitar Masjid At-Taqwa, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung tepatnya dekat Kantor PMD Pemkab OKI, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat kejadian, Anton dan Deka diketahui sedang menjalani proses perceraian dan telah pisah ranjang.
Polisi mengungkap penusukan terjadi setelah Deka datang menemui Anton. Pertemuan tersebut berkaitan dengan permintaan uang untuk kebutuhan pengobatan anak mereka. Pembicaraan kemudian berkembang menjadi perselisihan hingga Deka mengambil pisau dari dalam tas dan menyerang korban.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan, korban mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam pada bagian tubuh, wajah hingga dada hingga akhirnya terjatuh dan meninggal dunia di lokasi.
“Pelaku kemudian mengambil pisau yang dibawanya dari dalam tas dan menyerang korban. Korban mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam di bagian tubuh, wajah, hingga dada, yang membuatnya terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Eko.
Kasat Reskrim Polres OKI Iptu M Raka Dwi Darma menambahkan, penyidik telah mengamankan Deka beserta sejumlah barang bukti. Di antaranya pisau sekitar 30 sentimeter, telepon seluler milik terduga pelaku dan pakaian yang dikenakan korban.
“Saat itu korban mendatangi pelaku yang sedang bekerja di Kantor Inspektorat. Kemudian, terjadilah cekcok di antara mereka, hingga berakhir dengan penusukan oleh sang istri,” ujar Raka.
Raka mengatakan polisi masih mendalami motif penusukan karena pemeriksaan terhadap terduga pelaku masih berlangsung. Polisi juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) OKI untuk memberikan pendampingan.
“Kita belum tahu motifnya apa, karena pelaku masih belum bisa diajak komunikasi. Tetapi, dari informasi yang kita terima, hubungan rumah tangga mereka ini memang sedang tidak baik,” tandasnya. (*)

Jumadi adalah Pemimpin Redaksi Media Prioritastv.com, Sertifikasi Wartawan Utama tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 14808-LSPR/WU/DP/XI/2025/20/12/68







