Sungai Dangkal Penyebab Debit Meluap dan Menjebol Tanggul, BPBD Tanggamus Kerahkan Tiga Ekskavator di Kota Agung Barat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 16:56

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga ekskavator BPBD Tanggamus yang ditempatkan dua di Pekon Belu dan satu di Pekon Kanyangan saat memulai pekerjaan penyodetan aliran air Way Belu Kota Agung Barat, Rabu 23 September 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Tiga ekskavator BPBD Tanggamus yang ditempatkan dua di Pekon Belu dan satu di Pekon Kanyangan saat memulai pekerjaan penyodetan aliran air Way Belu Kota Agung Barat, Rabu 23 September 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pendangkalan Sungai Way Belu membuat kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air yang meningkat hingga menyebabkan tanggul jebol di wilayah Kecamatan Kota Agung Barat. Kondisi tersebut juga dipengaruhi posisi bantaran sungai dengan kawasan permukiman yang relatif rata.

Untuk menangani kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus mengerahkan tiga unit ekskavator ke lokasi terdampak.

Tiga ekskavator tersebut ditempatkan di dua lokasi, yakni dua unit di Pekon Belu dan satu unit di Pekon Kanyangan. Alat berat dikerahkan untuk mengatur kembali jalur aliran air agar tidak mengarah ke kawasan permukiman warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Tanggamus, Budiman, mengatakan jebolnya tanggul terjadi karena debit air telah melampaui kapasitas sungai yang kondisinya sudah dangkal.

“Penyebab jebolnya tanggul karena debit air sudah melampaui batas sungai tersebut karena dangkal, bantaran sungai dengan pemukiman rata,” kata Budiman.

Budiman menyebut penanganan yang dilakukan hari ini berjalan sesuai harapan dan tidak menemui kendala yang berarti. Salah satu pekerjaan yang dilakukan yakni penyodetan aliran untuk mengarahkan air menjauh dari permukiman.

“Untuk kegiatan hari ini BPBD menyodet aliran agar aliran tidak mengarah ke pemukiman. Selanjutnya kami akan fokus membuat tanggul darurat,” ujarnya.

Setelah penyodetan aliran, BPBD akan melanjutkan penanganan dengan pembangunan tanggul darurat sebagai upaya mengamankan kawasan permukiman dari aliran air.

“Penanganan tersebut direncanakan berlangsung sekitar satu minggu, dengan pengerjaan di lapangan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penanganan,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru