100 Hektare Sawah Terancam Kekeringan, Anggota DPRD Tanggamus Buyung Alamsyah Tinjau Sungai Way Kerap

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:42

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Tanggamus Buyung Alamsyah saat meninjau sungai Way Kerap, Semaka, Sabtu 10 Oktober 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Anggota DPRD Tanggamus Buyung Alamsyah saat meninjau sungai Way Kerap, Semaka, Sabtu 10 Oktober 2026 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kekeringan dan pendangkalan Sungai Way Kerap di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, berdampak terhadap aktivitas pertanian warga. Sekitar 100 hektare lahan persawahan dilaporkan belum dapat digarap akibat minimnya pasokan air yang telah berlangsung selama lima hingga enam bulan terakhir.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Buyung Alamsyah, turun langsung meninjau kondisi Sungai Way Kerap pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Dalam peninjauan itu, ia menerima aspirasi petani yang berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai sepanjang kurang lebih dua kilometer.

Ketua Kelompok Tani Sinar Melati Pekon Way Kerap, Mezi Kurniawan (35), mengatakan pendangkalan sungai menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani. Menurutnya, kondisi tersebut membuat aliran air tidak berjalan optimal, terutama saat musim kemarau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masalahnya normalisasi Sungai Way Kerap yang sangat diharapkan, dikarenakan sungai ini sudah sangat dangkal,” ujar Mezi.

Ia menjelaskan, persoalan Sungai Way Kerap tidak hanya terjadi saat kemarau. Ketika musim hujan, air sungai kerap meluap ke lahan persawahan hingga merusak tanaman padi. Sementara saat kemarau, debit air menyusut drastis sehingga petani kesulitan memperoleh pasokan air untuk menggarap sawah.

“Di Pekon Way Kerap ini mayoritas masyarakatnya petani sawah. Penghasilan mereka bergantung pada hasil pertanian. Kalau lahan sawah terkena dampak banjir, otomatis tidak ada penghasilan,” kata Mezi.

Mezi menambahkan, penggunaan mesin penyedot air sebenarnya dapat menjadi salah satu alternatif. Namun, upaya tersebut sulit dilakukan apabila sumber air yang dapat dimanfaatkan tidak tersedia.

“Sudah sekitar lima atau enam bulan tidak bisa menggarap sawah karena musim kemarau. Seharusnya para petani sudah mulai menggarap lahan, tetapi karena kekurangan air, pekerjaan itu terpaksa tertunda,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan melakukan normalisasi Sungai Way Kerap. Menurutnya, pengerukan dan perbaikan aliran sungai diperlukan agar air dapat mengalir lebih lancar saat kemarau sekaligus mengurangi risiko luapan ketika hujan deras.

Di lokasi yang sama, Buyung Alamsyah menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Sungai Way Kerap yang memiliki peran penting bagi kehidupan dan perekonomian masyarakat setempat. Ia menilai kondisi sungai perlu mendapat perhatian karena dampaknya dirasakan langsung oleh para petani.

“Hari ini, atas masukan dan aspirasi masyarakat, saya mengunjungi Sungai Way Kerap yang panjangnya sekitar dua kilometer. Saya melihat kondisi ini sangat berdampak terhadap persawahan di sini, kurang lebih 100 hektare,” ujar Buyung.

Ia mengatakan, persoalan tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga ketahanan pangan. Karena itu, Buyung berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus bersama dinas terkait dapat membantu merealisasikan kebutuhan masyarakat, terutama normalisasi sungai.

“Salah satu program prioritas Presiden adalah ketahanan pangan. Saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Fraksi PKB berharap kepada Bupati dan dinas terkait agar dapat membantu memfasilitasi supaya harapan masyarakat Way Kerap ini segera terealisasi, khususnya normalisasi sungai,” tegasnya.

Selain normalisasi, Buyung juga menanggapi usulan warga mengenai bantuan mesin Alkon untuk menyedot air. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membahas kemungkinan pemenuhan kebutuhan tersebut.

“Permintaan masyarakat terkait mesin Alkon untuk menyedot air tetap akan kita dukung dan koordinasikan dengan dinas terkait. Namun, dari yang saya lihat di lokasi ini, prioritasnya adalah normalisasi sungai karena dampaknya sangat fatal apabila terjadi banjir dan sungai tidak mampu menampung aliran air,” bebernya.

Buyung berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus dapat memberikan perhatian terhadap kondisi Sungai Way Kerap yang selama ini menjadi sumber persoalan bagi para petani, baik saat musim kemarau maupun musim hujan.

“Saya berharap ada tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah agar kebutuhan masyarakat ini bisa segera direalisasikan. Kasihan para petani, karena lahan persawahan merupakan sumber penghidupan mereka,” harapnya. (*)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 256 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru