Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pilu, keterbatasan akses jalan darat di wilayah Pematang Sawa Selatan, Kabupaten Tanggamus, kembali menjadi sorotan setelah jenazah seorang warga harus dipulangkan menggunakan perahu bermotor melalui jalur laut.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar di Facebook melalui akun Nur Asifa, memperlihatkan sejumlah warga bergotong royong memindahkan jenazah dari mobil ambulans ke perahu berbahan fiber di Pelabuhan Kota Agung, Tanggamus.
Pemulangan jenazah melalui jalur laut itu menggambarkan sulitnya akses transportasi yang masih dihadapi masyarakat setempat. Dalam unggahannya, Nur Asifa mengungkapkan bahwa perjalanan melalui laut memiliki risiko tersendiri karena harus menghadapi ombak, selain membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut mendorong Nur Asifa kembali menyampaikan harapan kepada pemerintah dan pejabat terkait agar pembangunan akses jalan darat dapat segera direalisasikan.
“Kami berharap keberadaan jalan yang memadai bisa mempermudah mobilitas masyarakat, terutama ketika membutuhkan pelayanan kesehatan maupun saat menghadapi keadaan darurat,” kata Nur Asifa dalam unggahannya.
Iqbal, Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Kota Agung, menjelaskan bahwa jenazah tersebut merupakan Aan, warga Cuku Pandan, Pekon Tampang Tua. Aan sebelumnya hendak menjalani kontrol kesehatan bersama anak kandungnya yang berdomisili di Kecamatan Wonosobo. Namun, ia meninggal dunia sehingga jenazahnya dibawa kembali ke kampung halaman menggunakan perahu bermotor berbahan fiber pada Senin (12/10/2026).
“Almarhum Aan berasal dari Cuku Pandan, Pekon Tampang Tua. Beliau hendak kontrol kesehatan bersama anak kandungnya yang tinggal di Wonosobo, tetapi tidak tertolong. Jenazahnya kemudian dibawa kembali ke Tampang Tua menggunakan perahu fiber bermotor,” kata Iqbal.
Iqbal juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Aan. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Aan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ucapnya. (*)

Herman adalah Wartawan yang aktif meliput berita peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kabupaten Tanggamus.







