Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menekankan pentingnya membangun budaya baca dan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara puncak Festival Literasi Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 di kawasan Wisata Pantai Muara Indah, Kotaagung, Selasa, 13 Oktober 2026.
Festival yang mengusung semangat Membangun Tanggamus Cerdas, Berdaya, dan Berbudaya ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tanggamus memperkuat budaya literasi, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah informasi, serta mendorong generasi muda menghasilkan karya yang mengangkat kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi menyampaikan bahwa literasi tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, membedakan informasi yang benar dan salah, serta memanfaatkan pengetahuan secara bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kemampuan tersebut penting dimiliki generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Dengan kecakapan literasi yang baik, masyarakat diharapkan mampu menyaring informasi sekaligus mengambil keputusan secara tepat.
Bupati juga menyoroti pentingnya peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, tetapi juga kualitas pengetahuan dan kecerdasan masyarakatnya.
“Melalui Festival Literasi 2026, Pemerintah Kabupaten Tanggamus berharap gerakan literasi semakin berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga dan kalangan anak-anak serta generasi muda,” kata Bupati Saleh.
Bunda Literasi Kabupaten Tanggamus Siti Mahmudah Saleh turut menekankan pentingnya kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi secara bijak, memilih informasi yang benar, serta menjaga karakter dan akar budaya daerah.
Ia menjelaskan, berbagai kegiatan dalam festival dirancang untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta. Lomba resensi buku mendorong peserta memahami bacaan dan menyampaikan gagasan, sedangkan lomba video konten literasi berbasis kearifan lokal mengajak generasi muda memperkenalkan potensi dan budaya daerah melalui teknologi.
“Jangan takut membaca. Jangan takut bertanya. Jangan takut bermimpi. Dan jangan takut berkarya,” pesan Siti Mahmudah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Evie Fatmawaty mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tanggamus atas penyelenggaraan festival tersebut.
“Pengembangan budaya literasi perlu didukung kebiasaan membaca sejak dini, penguatan peran perpustakaan, serta kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat,” tegasnya.
Diketahui, rangkaian Festival Literasi Tanggamus 2026 meliputi bimbingan teknis kepenulisan, sosialisasi dan advokasi perpustakaan sekolah serta taman bacaan masyarakat, kegiatan literasi informasi, lomba resensi buku, lomba video konten literasi berbasis kearifan lokal, lomba bertutur tingkat SD/MI, serta lomba perpustakaan desa terbaik.
Salah satu agenda utama dalam acara puncak festival adalah penandatanganan buku antologi kearifan budaya lokal oleh Bupati Tanggamus bersama Bunda Literasi. Kegiatan dilanjutkan dengan Gerakan Membaca Senyap selama lima menit yang diikuti seluruh peserta.
Festival juga menghadirkan stan literasi, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta lomba mewarnai bagi anak-anak PAUD/TK. Kegiatan tersebut mempertemukan literasi dengan kreativitas, seni, budaya, dan potensi ekonomi masyarakat. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







