Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pelaksanaan Festival Literasi Kabupaten Tanggamus 2026 di kawasan Wisata Pantai Muara Indah, Kota Agung, Selasa (13/10/2026), menuai keluhan warga. Panitia kegiatan disorot setelah suara musik dari pengeras suara disebut masih berlangsung ketika azan Zuhur berkumandang, bahkan saat umat Islam sedang melaksanakan salat di musala sekitar lokasi acara.
Penyelenggaraan kegiatan di ruang publik diharapkan tidak hanya memperhatikan kelancaran acara, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan masyarakat sekitar. Pengaturan volume suara dan penghentian sementara musik ketika waktu salat tiba dapat menjadi bentuk penghormatan kepada warga yang menjalankan ibadah.
Keluhan tersebut disampaikan melalui akun Facebook Rizal Tanggamus. Dalam unggahannya, ia menyayangkan sikap panitia yang dinilai kurang memperhatikan waktu ibadah, terlebih kegiatan tersebut berlangsung di ruang publik yang juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas dan beribadah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rizal menyoroti suara musik dengan dentuman bas yang dinilainya terlalu keras hingga mengganggu kenyamanan warga. Ia meminta panitia menghentikan sementara musik ketika memasuki waktu salat agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
“Penghentian musik selama beberapa menit bukanlah hal yang sulit dilakukan. Panitia harusnya menunjukkan kepedulian terhadap umat Islam yang sedang menunaikan salat Zuhur, termasuk mereka yang beribadah di dalam musala,” kata Rizal dalam unggahan tersebut.
Sorotan itu menjadi perhatian karena Festival Literasi Kabupaten Tanggamus 2026 merupakan kegiatan yang dihadiri Bupati Tanggamus.
“Kedepan harapannya penyelenggara kegiatan dapat mengatur jalannya acara dengan tetap memperhatikan norma sosial, kenyamanan lingkungan, dan penghormatan terhadap waktu ibadah,” tandasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba, memberikan klarifikasi bahwa kegiatan itu merupakan Festival Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, bukan kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata.
“Maaf bang, itu kegiatan festival literasi oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip. Dan sudah kami tegur untuk senantiasa menghormati waktu ketika masuk salat lima waktu,” tulis Marhasan Samba.
Sementara itu, selama dua hari, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanggamus, Aria Resukia, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui pesan instan maupun telepon WhatsApp. (*)

Zulkarnain adalah Wakabiro Provinsi Lampung, Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Provinsi Lampung.







