Prioritastv.com, Lampung Barat – PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau (SEGSS) bersama Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) melibatkan masyarakat dalam program pemulihan ekosistem hutan di Sekincau, Lampung Barat. Program tersebut menargetkan pemulihan kawasan seluas 110 hektare selama tahap eksplorasi.
Pada 2026, Star Energy menargetkan pemulihan 60 hektare hutan. Dari target tersebut, sebanyak 9.300 pohon asli telah ditanam di lahan seluas 10 hektare. Program akan dilanjutkan pada 2027 dengan penambahan area pemulihan seluas 50 hektare.
Kegiatan pemulihan meliputi penanaman, perawatan, dan pemantauan pohon. Sejumlah jenis pohon asli yang ditanam antara lain pulai, damar, meranti, medang, dan merawan. Pemilihan tanaman dilakukan berdasarkan kajian lingkungan serta arahan teknis BBTNBBS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ini juga melibatkan warga dan kelompok tani setempat. Kegiatan penanaman dan perawatan pohon memberikan kesempatan kerja sekaligus penghasilan tambahan bagi masyarakat, terutama setelah musim panen kopi berakhir.
Ke depan, kelompok tani berpotensi dilibatkan dalam penyediaan bibit, penanaman, dan perawatan pohon. Star Energy Geothermal bersama BBTNBBS dan masyarakat juga menjajaki kemungkinan penanaman pohon bernilai ekonomi, seperti petai, jengkol, dan durian, dengan tetap memperhatikan kondisi lahan serta ketentuan di kawasan taman nasional.
Head of Social Investment, Policy and Communications PT Star Energy Geothermal, Laksmi Prasvita, mengatakan keberhasilan pemulihan ekosistem tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlangsungan perawatan dan pertumbuhannya.
“Bagi kami, keberhasilan pemulihan hutan bukan hanya soal berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi bagaimana pohon-pohon tersebut dapat tumbuh dan dijaga dalam jangka panjang. Kami ingin masyarakat ikut mengambil peran, sekaligus menjajaki peluang agar kegiatan menjaga hutan juga memberikan manfaat bagi kehidupan mereka,” kata Laksmi, Minggu 18 Oktober 2026.
Sugeng, warga Srimenanti, mengatakan pekerjaan penanaman pohon membantu menambah penghasilannya ketika pekerjaan di kebun kopi berkurang.
“Setelah musim panen kopi selesai, pekerjaan di kebun berkurang. Karena itu, kesempatan ini sangat membantu menambah penghasilan. Sebagian saya tabung untuk persiapan berumah tangga dan sebagian lagi untuk membantu kebutuhan orang tua,” kata Sugeng.
Ketua Kelompok Tani Maju Berkarya Srimenanti, Zainal Abidin, mengatakan keterlibatan warga dalam kegiatan tersebut turut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia berharap program pemulihan hutan dapat berlanjut dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Kesempatan ini membawa berkah, terutama setelah musim panen selesai. Penghasilan tambahan ini membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk kebutuhan dapur dan uang jajan anak sekolah. Kami juga mendapat pengalaman baru dalam merawat tanaman,” ujar Zainal. (*)

Kamto Winendra adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kabupaten Lampung Barat.







