Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kepala Pekon Sukamaju Nurheti juga angkat bicara terkait santernya isu penggerebekan oknum guru Madrasah Aliyah inisial AA yang terjadi di wilayah pekonnya.
Nurheti menegaskan bahwa yang sebenarnya tidak ada penggerebekan terhadap AA dan mahasiswi yang merupakan warganya, tetapi mereka mengakui hubungan asmara.
Pengakuan itu disampaikan AA ketika keluarga sang mahasiswi mendesak mereka, pasalnya keluarga curiga ketika memergoki sang mahasiswi dibawa dari Indomart Pagelaran ke suatu tempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebenarnya tidak ada penggerebekan dan tidak kepergok melakukan perbuatan yang tidak pantas,” kata Nurheti.
“Posisi waktu itu mereka pulang sehabis jalan dari luar, kemudian ditanya oleh keluarga benarkah ada hubungan asmara, tadinya yang laki-laki sempet mengaku tidak ada hubungan asmara, tapi sebatas teman, tapi keluarga tidak percaya, itu yang sebenarnya,” jelasnya.
Nurheti menambahkan, bahwa permasalahan itu sebenarnya sudah selesai dan urgensinya tidak seperti yang terdengar di masyarakat.
“Sebenarnya tidak ada masalah seurgen yang temen-teman denger, dan itu juga sudah selesai pada saat kejadian,” tutupnya.
Merebaknya informasi itu juga dibantah oleh Kakon Sukmulya, Pugung Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus, Hi. Suherman. Kakon Suherman menyebut bahwa yang sebenarnya adalah AA dipanggil oleh keluarga sang mahasiswi untuk diklarifikasi dan dinikahkan.
“Itu bukan penggerebekan tapi AA diklarifikasi dan dinikahkan oleh keluarga yang perempuan (mahasiswi),” kata Hi. Suherman saat dikonfirmasi, Jumat 15 September 2023.
Oknum AA tak membantah juga tidak membenerkan informasi yang santer beredar tersebut, sangat disayangkan ia harusnya menjadi guru yang wajib digugu dan ditiru prilaku baiknya.
“Silahkan di beritakan,” kata AA saat menjawab konfirmasi melalui chat instan, Jumat 14 September 2023, pagi.
Diketahui, sebelumnya santer informasi seorang guru Madrasah Aliyah di Pekon Sukamulya Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus digrebek warga lantaran diduga menggagahi seorang gadis juga di wilayah Kecamatan Pugung.
Atas informasi itu, para guru dan warga sekitar maupun pelajar di sekolah setempat tidak menduga aksi nakal guru inisial AA yang telah memiliki istri dan beranak dua itu.
Mereka berharap adanya tindakan konkrit dari sekolah kepada oknum AA, pasalnya AA adalah seorang pendidik, namun memberikan contoh yang tidak baik kepada murid-muridnya maupun masyarakat tempat tinggalnya.
Belum ada keterangan Kepala Sekolah tempat AA mengajar, namun dugaan AA menghaburkan-hamburkan uang negara untuk memenuhi sahwatnya akan terus didalami.
Sebab berdasarkan informasi warga disana selain pemegang anggaran sekolah berasal dari Negara, oknum AA juga diduga pemegang proyek BLK yang nilainya fantastis. (Edi Hidayat).








