Begini Cara Sat Binmas Polres Tulang Bawang Cegah Terjadinya Bullying di Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Oktober 2023 - 13:29

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritastv.com, Tulang Bawang – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, mengerahkan personel ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah hukumnya untuk menjadi pembina upacara bendera.

Kegiatan menjadi pembina upacara bendera ini berlangsung hari Senin (16/10/2023), pukul 07.30 WIB s/d pukul 08.30 WIB, di dua sekolah berbeda yang ada di Kecamatan Banjar Agung dan Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang.

“Hari ini, dua orang personel kami yakni PS. Kanit Binkamsa Sat Binmas, Aiptu Bekti Setyatanto, dan PS. Kanit Bintibsos Sat Binmas, Bripka Fajar Nuriman, menjadi pembina upacara bendera di dua sekolah yang berbeda,” kata Kasat Binmas, Iptu Harun, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Jibrael Bata Awi, SIK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya, untuk Aiptu Bekti menjadi pembina upacara di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Banjar Margo, Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, sedangkan Bripka Fajar menjadi pembina upacara di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Dwi Warga Tunggal Jaya, Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

“Saat menjadi pembina upacara bendera di SMP Negeri 1 Banjar Margo dan SD Negeri 1 Dwi Warga Tunggal Jaya, personel kami menyampaikan tentang bullying (perundungan). Apa artinya bullying (perundunga), tipe, dampak, dan cara mengatasinya,” papar perwira dengan balok kuning dua dipundaknya.

Kasat Binmas menjelaskan, bullying (perundungan) adalah penyalahgunaan kekuatan, serta perilaku agresif atau yang bertujuan untuk menyakiti orang lain yang dilakukan oleh rekan atau peers secara berulang, dan melibatkan ketimpangan kekuatan baik secara nyata atau menurut anggapan antara pelaku dan korban.

Ada 6 tipe bullying (perundungan) yang biasa terjadi, yakni perundungan verbal (kata-kata), perundungan fisik, penindasan emosional, pengucilan, kekerasan seksual, dan cyberbullying (intimidasi melalui perangkat digital).

“Bullying (perundungan) memiliki dampak baik bagi korban ataupun pelaku. Untuk korban secara umum dampaknya seperti trauma, psikosomatis, rasa marah, depresi, cemas, penurunan prestasi, motivasi menurun, hingga pemikiran untuk bunuh diri, sedangkan bagi pelaku memiliki dampak diantaranya lebih banyak terlibat dalam kegiatan kriminalitas berupa perusakan, penyalahgunaan napza, dan menjadi sosok yang abusive,” jelasnya.

Iptu Harun menambahkan, secara umum terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghentikan terjadinya bullying (perundungan), yakni :

Pertama, komunikasikan dengan orang yang terpercaya mengenai perundungan yang dialami, baik kepada atasan, guru, teman, saudara, pasangan, dan sebagainya.

Kedua, bila terjadi dilingkungan sekolah, jangan ragu untuk melapor kepada bagian atau pihak khusus yang dimintai bantuan, seperti bimbingan konseling, wali kelas dan bagian sumber daya manusia.

Ketiga, saat menghadapi pelaku bullying, kita harus berupaya untuk tampil percaya diri guna menunjukkan bahwa Anda kuat tanpa harus membalas dengan kekerasan.

Keempat, saat berdialog dengan pelaku, jawab secara asertif tapi tanpa emosi untuk menunjukkan bahwa Anda tidak mau menjadi korban, tidak mau meminta maaf atas yang mereka tuduhkan, dan juga tidak mencari ribut dengan mereka.

Kelima, buat batasan yang jelas atas hal yang bisa diselesaikan secara profesional dan tetap tegas, agar perundungan tidak semakin berkembang.

Keenam, apabila kondisi semakin tidak kondusif, dan ancaman yang ada semakin meningkat, maka jangan pernah ragu untuk mencari bantuan kepada Kepolisian guna mencegah perluasan kekerasan.

Ketujuh, carilah bantuan profesional kesehatan baik fisik maupun psikologis jika diperlukan untuk meminimalisir dampak negatif pada diri Anda. (Prabu)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru