Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Keluarga Miftahul Hidayat, korban tragis yang tersengat listrik saat memasang bendera partai di Jembatan Pekon Kejadian Lom Cukuh Balak Tanggamus, kemarin Senin 16 Oktober 2023, telah ikhlas atas tragedi tersebut.
Melalui perwakilan keluarganya, mereka menyatakan bahwa tidak ada niat untuk menuntut siapapun atas insiden yang merenggut nyawa korban, sebab mereka meyakini sebagai musibah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan itu disampaikan oleh Asdodi sebagai Kakak Kandung korban Miftahul Hidayat yang dikunjungi di kediamannya, pada Selasa 17 Oktober 2023, usai pemakaman.
“Masalah ini adalah sudah musibah. Tetapi jika ada kebijakan dari yang menyuruhnya, kami terima dengan baik dan lapang dada,” kata Asdodi kepada Media Prioritas.
Musibah itu juga telah direspon langsung Ketua DPD Partai NasDem Tanggamus Kurnain dengan memboyong para pengurus partai mengunjungi keluarga korban.
Kurnain, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang diluar perkiraan dan turut berduka belasungkawa atas peristiwa yang terjadi. Ia menyebut, korban Miftahul Hidayat, dimatanya adalah pejuang bagi partai Nasdem.
“Dimata kami beliau adalah pejuang bagi partai nasdem. Semoga almarhum dinda Miftahul Hidayat meninggal dalam kondisi husnul khotimah, diampuni segala dosanya, diterima segala amal ibadahnya dan ditempatkan di surga,” kata Kurnain.
Selain itu juga Kurnain berharap tali silaturahmi keluarga almarhum bisa tetap terjalin dengan baik kedepannya. Ia juga memberikan santunan berupa bahan pokok dan sejumlah uang duka.
Kurnain mengimbau kepada seluruh pengurus, kader, anggota dan simpatisan partai NasDem di Kabupaten Tanggamus untuk memasang atribut partai di tempat dan lokasi yang aman.
“Kedepanya keamanan dan keselematan dari anggota dan simpatisan sangat perlu di perhatikan dalam memasang atribut partai di tempat umum,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Hidayat pelajar tersengat listrik saat saat memasang bendera partai di atas jembatan perbatasan Pekon Kejadian menuju Pekon Gedung Kecamatan Cukuh Balak, Senin 16 Oktober 2023, meninggal dunia.
Video pendek kejadian paska beredar luas di jejaring media sosial, terlihat korban berada diatas jembatan dengan kondisi memprihatinkan. Tubuhnya dievakuasi oleh warga menggunakan alat seadanya dari atas jembatan dengan ketinggian sekitar 3 meter.
Korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Cukuh Balak menggunakan ambulance pekon kejadian lom dalam kondisi yang kritis pingsan dan memprihatinkan, namun sesaimpainy di Puskesma, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis. (S.Kheir)








