Prioritastv.com, Lampung Timur – Kejadian tragis di perairan Kuala Seputih, Lampung Timur, ketika seorang nelayan hilang dalam petualangan mencari ikan pada Jumat 20 Oktober 2023, setelah tersambar petir.
Semuanya dimulai pada Kamis (19/10) sekitar pukul 08.00 WIB, ketika dua nelayan berani menghadapi badai dengan perahu Sopek Bubu. Mereka berlayar dari dermaga Cabang Kabupaten Lampung Tengah.
Namun, takdir berkata lain saat cuaca buruk melanda pada pukul 10.30 WIB. Salah satu nelayan, bernama Tohar, tersambar petir dan terjatuh ke laut dalam keadaan tidak sadarkan diri akibat ombak dan angin kencang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mukjizat muncul ketika rekan korban, Junopo (45), berhasil diselamatkan oleh nelayan lain dan dibawa ke Pangkalan Kuala Seputih, Lampung Timur. Kedua korban adalah warga dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Pencarian berusaha keras oleh Tim SAR Gabungan untuk menemukan nelayan setelah Basarnas menerima laporan Agus, seorang nelayan di Kuala Seputih, pada Jumat (20/10).
Kantor Basarnas Lampung, di bawah komando Kepala Deden Ridwansah, segera menggerakkan tim Rescue Unit Siaga SAR Tulang Bawang ke lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Sebuah tim tambahan dari Basarnas Lampung juga dikerahkan untuk meningkatkan efisiensi pencarian.
Pada pukul 15.20 WIB, tim tiba di Dermaga Kuala Seputih dan segera berkoordinasi dengan unsur SAR Gabungan, termasuk Polairud Kuala Seputih, Koramil Kuala Seputih, Aparat Pekon Kuala Seputih, nelayan, dan masyarakat setempat.
Sumariansyah, seorang anggota Rescuer Unit Siaga SAR Tulang Bawang, mengatakan tim SAR gabungan segera meluncurkan upaya pencarian dengan menurunkan perahu karet Basarnas dan menggunakan perahu speed lidah yang dimiliki oleh nelayan setempat hingga mencapai radius 2 Nm (Nautical Mile).
Mereka bahkan menggunakan alat deteksi bawah air (AquaEye) di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat jatuhnya korban. Sayangnya, tidak ada tanda-tanda yang muncul dalam hasil deteksi.
“Pencarian hingga pukul 17.30 WIB, hasil pencarian masih nihil. Namun, semangat pencarian tidak padam, dan upaya akan terus dilakukan pada Sabtu (21/10) pagi,” kata Sumariansyah dalam keterangan tertulis yang diterima Media Prioritas.
Kisah tragis ini mengingatkan kita akan bahaya yang dihadapi oleh para nelayan saat berhadapan dengan alam, dan perjuangan Tim SAR Gabungan dalam upaya penyelamata, semoga nelayan yang hilang dapat segera ditemukan. (Erwin)








