Prioritastv.com, Tanggamus – Dalam sebuah tragedi yang mengejutkan, seorang pengojek warga Pekon Karang Brak, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, mengalami kecelakan saat mengangkut beban.
Pria tersebut bernama Budi Setiawan (25), ia terguling ketika membawa alat aduk untuk pembuatan batu di Dusun Tirom Awi, yang berakhir dengan kaki kirinya yang retak dan berdarah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika pertolongan menjadi kebutuhan mendesak, masyarakat yang masuk wilayah selatan Kecamatan Pematang Sawa semakin terlihat sebab akses tercepat adalah menggunakan perahu bermotor.
Tidak ada akses jalan yang memadai untuk membantu korban segera mendapatkan perawatan medis yang diperlukan, seperti terlihat pada video yang menggambarkan momen evakuasi korban dengan perahu nelayan.
Vidio tersebut bahkan diunggah di salah satu group BLT-Tanggamus. Ini adalah pengingat menyedihkan akan bagaimana kesulitan akses kesehatan bisa berdampak buruk pada kehidupan masyarakat.
Semoga tragedi ini menjadi titik balik untuk perbaikan infrastruktur kedepannya dan kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang tinggal di sana, sehingga adanya pembangunan jalan yang layak maupun fasilitas kesehatan yang baik.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya, Kakon Karang Brak Pematang Sawa Hendra ditemani kerabatnya yakni mantan Kakon Kelungu Kota Agung Dulmanan telah membesuk Budi Setiawan tadi malam Jumat 20 Oktober 2023, malam.
Budi Setiawan dalam keterangannya mengaku mengalami kecelakaan pada Kamis, 19 Oktober 2023 saat membawa alat pengaduk tanah pembuatan batu bata, sebab ia tergelincir dan alat tersebut menimpa kakinya.
“Saya ngojek bawa motor, angkut molen untuk menghaluskan bata merah, pas ditanjakan ban motor sebelah kanan sehingga melanting ke sebelah kiri, molennya nabrak kaki saya,” kata Budi Setiawan kepada Media Prioritas, Sabtu 12 Oktober 2023.
Budi menjelaskan, setelah mengalami kecelakaan tersebut, dirinya ditolong oleh pamannya dan rekan pamannya sesegera mungkin. Dan menurut pemeriksaan alternatif tulang kakinya mengalami keretakan.
“Kaki saya dikabarkan mengalami keretakan tulang. Saya langsung dibawa kesini tempat alternatif tulang,” jelasnya.
Disinggung terkait video dirinya dibawa menggunakan perahu motor, ia mengungkapkan bahwa lantaran faktor terburu-buru dan perahu nelayan adalah alat transportasi penyebrangan.
“Ambulance laut sebenarnya ada. Cuma enggak kefikiran, untuk memikirkan usaha ambulance karena paling dekatnya di tirom awi adalah perahu nelayan,” ungkapnya.
Dimintai tanggapan atas perhatian Kakon Karang Brak Hendra kepada dirinya, Budi mengucapkan terima kasih sebab telah berkunjung dengan rekannya Dulmanan yang merupakan mantan Kakon Kelungu, Kota Agung.
“Terima kasih kepada kepala pekon pak hendra dan juga bapak dulmanan yang sudah memperhatikan saya yang mengalami musibah,” tutupnya. (Herdi)








