Gas Bocor Dekat Bara Api Picu Ludeskan Rumah Warga di Limau Tanggamus, Korban Butuh Perhatian !

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Oktober 2023 - 22:57

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase Foto Polisi saat Pendinginan Lokasi dan Tangkapan Layar Video Kebakaran Hebat Paska Ledakan Tabung Gas di Limau, Tanggamus, Lampung, Jumat 21 Oktober 2023. (S.Kheir/Media Prioritas).

Kolase Foto Polisi saat Pendinginan Lokasi dan Tangkapan Layar Video Kebakaran Hebat Paska Ledakan Tabung Gas di Limau, Tanggamus, Lampung, Jumat 21 Oktober 2023. (S.Kheir/Media Prioritas).

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kebocoran tabung gas volume tiga kilogram mengakibatkan kebakaran dan meludeskan seisi rumah warga dan warung milik Jumari (44) yang terjadi pada Jumat, 20 Oktober 2023, pukul 06.00 WIB di Pedukuhan Gununghaji, Dusun Padang Manis Pekon Ampai, Kecamatan Limau, Tanggamus.

Pasalnya, kebocoran gas yang berdekatan dengan bara api seketika memicu kobaran api dahsyat yang dengan cepat merambat dan menjilat habis seluruh bangunan rumah dan warung berukuran 6×9 meter. Beruntung Jumari, bersama anak dan istrinya, berhasil menyelamatkan diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kala kejadian, Jumari juga sempat mengevakuasi sepeda motor dan televisi mereka. Namun, seluruh harta benda dan perabotan rumah tangga lenyap dalam lautan api yang membara.

Total kerugian yang diderita Jumari mencapai lebih dari Rp100 juta, dengan rincian rumah senilai Rp70 juta, perabotan senilai Rp16 juta, barang dagangan warung senilai Rp5 juta, tabungan sekitar Rp6 juta, dan dua ponsel senilai Rp2 juta.

Jumari mengatakan bahwa sebelum kejadian, gas yang didalam tabung miliknya habis dan ia pun hendak menggantikan dengan tabung gas yang baru, namun setelah ia memasang regulator, tiba-tiba gasnya bocor.

“Saat saya hendak nyalakan kompor, namun tidak hidup, tiba-tiba gas yang ada didalam tabung tersebut nyembur,” kata Jumari ditemui di lokasi rumahnya yang terbakar.

Jumari menjelaskan, bahwa sekitar jarak dua meter sebelumnya ia menyalakan api pakai kayu bakar, sehingga api dari kayu bakar tersebut menyambar tabung gas yang bocor tersebut.

“Setelah lima menit dari itu, tabung gas meledak dan menyebabkan kebakaran, dan masyarakat sekitar tidak bisa berbuat apa-apa, terkendala air, sehingga rumah saya habis terbakar,” jelasnya.

Jumari mengaku bahwa dirinya telah mendapatkan perhatian pemerintah desa maupun kecamatan sehingga dirinya dan keluarga masih bisa makan.

“Alhamdulillah untuk makan satu hari, dua hari ini sudah tercukupi atas bantuan desa maupun dari kecamatan,” tandasnya.

Sementara itu, menurut Ahmad Khumami selaku Kepala Dusun (Kadus) Padang Manis, Pekon Padang Manis, saat kejadian masyarakat membantu korban dengan alat seadanya mengingat tidak ada posko Damkar di wilauyah Limau.

“Kami berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun karena kendala api terlalu besar sehingga tidak tertolong,” kata Ahmad.

Ia menyebut, paska kebakaran warga juga bergotong membersihkan puing-puing sisa kebakaran juga memberikan bantuan semampu mereka. Korban juga telah menerima bantuan pekon dan kecamatan.

“Ada sedikitnya dari pekon, termasuk camat, ada kami sudah memberi beras, pakaian, makanan cukuplah jika untuk satu minggu ini,” bebernya.

Ia menambahkan, kedepannya pihak pekon juga sedang berupaya membantu korban dengan berbagai cara dan berharap adanya bantuan dari pihak lain maupun para dermawan.

“Kalau bisa dari yang lain para dermawan, ya sekiranya bisa membantu, kami sangat berharap membantu warga tersebut,” harapnya.

Musibah ini telah memicu simpati yang mendalam, Camat Limau, Yusef, beserta jajarannya, serta Kepala Pekon Ampai, Joni Saputra, segera melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran untuk memberikan bantuan sembako serta memberikan dukungan moral kepada korban.

Aparat pemerintah dan warga sekitar bergotong-royong dalam upaya membersihkan reruntuhan dan puing-puing kebakaran.

Saat ini, prioritas utama adalah menyediakan bantuan berupa makanan dan pakaian bagi korban yang kehilangan segalanya, termasuk mendukung korban agar tidak trauma.

Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, baik di rumah tinggal atau dimanapun. (S.Kheir)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru