Prioritastv.com, Lampung Selatan – Gunung Anak Krakatau, di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kembali mengalami erupsi pada Selasa, Selasa 5 Desember 2023, pukul 16.25 WIB dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi sekitar 49 detik.
Informasi itu disiarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), disebutkan bahwa tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 1.157 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang tebal dan berwarna kelabu mengarah ke barat laut.
PVMBG sebelumnya, mencatat pada pukul 12.56 WIB, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 1.157 meter di atas permukaan laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Erupsi tersebut tercatat dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 120 detik, menghasilkan kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
Selanjutny, pada Selasa dini hari tadi pukul 04.38 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali meletus dan memuntahkan abu tebal hitam ke arah barat laut. PVMBG terus memantau aktivitas gunung api ini untuk keamanan masyarakat di sekitarnya.
Menurut Andi Suardi, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Lampung Selatan, bahwa permukiman warga yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau berada di Pulau Sebesi.
“Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Level III, Siaga. Diimbau warga dan nelayan untuk tidak mendekati area dalam radius lima kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau,” kata Andi seperti dilansir kantor berita Antara.
Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan Aflah Efendi juga menyebut sudah mengimbau warga yang tinggal di daerah pesisir dan Pulau Sebesi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Aflah Efendi mengaskan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau pada permukiman warga di daerah sekitarnya. (Erwin)








