Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Dalam langkah meningkatkan ekonomi lokal, sejumlah petani di daerah Kecamatan Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus dengan mengusung semangat tinggi, menanam komoditi jagung sebagai peluang emas untuk mendapatkan keuntungan besar.
Para petani memilih tanam jagung, mengingat minimalnya hama dan berharap bahwa keberhasilan menanam jagung ini akan menjadi contoh bagi usaha-usaha serupa di masa depan.
Tentunya persiapan matang dengan memilih varietas jagung yang unggul yakni jenis Nusantara, mengingat pola merawat tanaman lebih mudah, bahkan uniknya dapat kembali menormalkan ph tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jagung jenis Nusantara yang ditanam untuk pakan unggas tersebut sangat menggiurkan sebab minim dari penyakit maupun hama sehingga menjadi primadona pertanian masyarakat paska kemarau cukup panjang pada bulan-bulan lalu.
Mereka juga berharap usaha keras mereka dengan harapan menghasilkan hasil panen yang melimpah dengan dukungan pemerintah dari sisi pupuk subsidi sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Hermawan petani di Pekon Tanjung Anom memilih bertanam jagung, lantaran penjualan jagung lebih mudah dan dapat memulihkan kondisi tanah, selain itu panen yang tidak terlalu lama.
“Jagung ini juga bisa memulihkan tanah, kita 3,5 bulan sudah bisa panen, jadi modelnya lebih efisien,” kata Hermawan di kebunnya, Senin 8 Januari 2024.
Ia menyebut, hasil selama menanam jagunh juga cukup bagus, sehingga walaupun saat kemarau 2023, namun harga masih tergolong bagus.
“Penjualan cukup bagus untuk nota harga jagung, tahun kemarin pernah dua kali panen dengan modal Rp4 juta, hasilnya mendapat Rp15 juta padahal sedang kemarau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk panen jagung adalah ketika buah telah menua, tidak sampai kering, asalkan ketika digiling jagung tidak pecah. “Untuk harga jual kemarin panen dijual Rp4 ribu per kilogram,” jelasnya.
Hermawan mengungkapkan, penyakit jagung memang ada yakni ulat daun, namu dirinya melakukan pencegahan dengan obat-obat semprot yang banyak dijual.
“Ulat daun ada pencegahannya, banyak kalo obat semprot kalo,” ungkapnya.
Penutup keterangannya, Hermawan berharap kepada pemerintah selalu mendukung ketersediaan pupuk bersubdi kepada para petani.
“Harapannya pupuk dipermudah lah, jadi petani dalam menanam jagung dapat mudah gitu kan, kalau obat banyak di kios-kios,” tandasnya.
Petani lainnya di Pekon Sukabanjar, Sahirin mengungkapkan dirinya sudah ampat kali tanam jagung dalam tempo satu tahun lebih dengan hasil di dalam perhektar mendapatkan lima ton jagung yang sudah di giling, dengan estimasi pendapatan Rp20 juta.
“Untuk pembelinya orang dari Pringsewu tidak ada keterlibatan KUD,” kata Sahirin.
Ia menambahkan, untuk pengadaan pupuk dirinya membeli mandiri dan tidak ada pengarah maupun penyuluhan dalam penanaman jagung dan berharap adanya kepedulian pemerintah dalam hal pengadaan pupuk.
“Harapannya ada perhatian dari pemerintah seperti persediaan pupuk dan obat obat yang dibutuhkan dan lagi kedepanya minta di perhatikan dibina begitu,” harapnya. (Herdi/Herman)








