Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Fakta menyedihkan kembali terkuak ketika jenazah seorang kakek Lansia bernama Toran (86) diduga telah meninggal 3 hari lamanya setelah ditemukan dalam kondisi membusuk di rumahnya yang sunyi di Pekon Way Liwok, Wonosobo, Tanggamus, pada Selasa pagi, 30 Januari 2024.
Menurut Dokter Pemeriksa di RSUD Batin Mangunang Kota Agung, Dokter Muhammad Ichsan Haida, jenazah pria berusia sekitar 80 tahun tersebut, yang beralamat di Way Liwok, ditemukan dan dibawa ke Rumah Sakit Batin Mangunang oleh personil anggota Polisi Polres Tanggamus.
Pihaknya, kemudian melakukan pemeriksaan luar tidak menunjukkan tanda-tanda adanya lebam merah kemerahan maupun lebam kebiru-biruan, dan almarhum diduga meninggal lebih dari 3 hari yang lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemungkinan besar mayat tersebut sudah meninggal selama kurang lebih semingguan, bahkan tiga hari lebih. Tidak ada tanda-tanda kekerasan, ini murni karena dia sakit sudah lama dengan riwayat stroke selama tiga tahunan,” kata Ihsan kepada Media Prioritastv.com, Selasa, 30 Januari 2023, siang.
Menurut Ihsan bahwa berdasarkan keterangan polisi dan tetangga yang mengantar almarhum. Almarhum Toran di rumah hanya tinggal berdua dengan istrinya, tanpa adanya anak atau saudara yang dekat.
“Memang katanya di rumah berdua saja dengan istrinya saja usia diperkirakan 80 tahun, istrinya sendiri infonya kondisi pikun,” tandasnya.
Temuan ini menyoroti tantangan isolasi sosial yang mungkin dihadapi oleh Lansia yang hidup sendirian, terutama dalam kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian dan dukungan lebih intensif.
Sebelumnya disampaikan Buksir, tetangga yang bersebelahan rumah dengan almarhum Toran, menjelaskan bahwa sebelum meninggal, Toran seringkali dijenguk olehnya. Namun, kendala muncul karena Kalsum melarang siapa pun untuk masuk ke rumah mereka.
“Pak Toran saat sehat, sangat baik kepada tetangga, saya bilang sih jempolan. Namun beberapa tahun belakangan terkena stroke. Jadi di rumah saja selama ini,” kata Buksir.
Buksir melanjutkan, almarhum Toran semasa hidupnya dikenal bisa melakukan pijat tradisional itu. Tetangga sering berniat mengunjungi sekadar menanyakan kabar. Namun sayang dilarang oleh Kalsum selaku istri Toran.
“Kebetulan sebelum dia meninggal, saya sendiri sering membesuk karna saya memang rumahnya bersebelahan, tetapi kendalanya ketika istrinya melarang sehingga tidak bisa masuk,” ujarnya.
Istri almarhum dikenal tertutup, sehingga pada saat tetangga hendak menjenguk, pintunya selalu dikunci dari dalam. Bahkan ucapkan salam juga tidak dijawab.
“Bukan hanya kami yang deket. Ketika ada teman almarhum dari jauh yang mendengar almarhum sakit ingin menjenguk, itupun tidak boleh. Jadi bukan hanya tetangga saja yang enggak boleh, warga Way Liwok juga yang mau datang, pasti ditutup dan dikunci pintunya,” tutupnya.
Sunardi selaku Kakon Way Liwok mengkonfirmasi bahwa dirinya mendapatkan laporan dari warga ada bau busuk, setelah dipastikan Toran meninggal warga laporan ke Polisi.
“Benar kakek Toran meninggal dunia di rumhanya, kakek itu tidak punya anak kandung. Ada anak angkatnya tapi sekarang sudah di bengkunat ikut suaminya,” kata Sunardi. (Herdi)








