Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Penduduk Pekon Sidomoro Bangun, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, dihebohkan oleh jumlah fantastis ayam boiler yang dibesarkan di tengah perkampungan padat penduduk.
Keberadaan kandang ternak tersebut menimbulkan kekhawatiran dan keresahan masyarakat karena potensi dampak kesehatan akibat kotoran yang dihasilkan.
Salah seorang warga, yang minta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa banyak rekan dan tetangganya mengeluhkan masalah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun sayang, mereka merasa terbatas dalam tindakan karena aspirasi mereka tidak didengar oleh pihak berwenang di Pemerintahan Kabupaten Tanggamus.
“Sangat sulit bagi kami, hanya orang biasa yang merasa tidak didengar oleh pemegang kebijakan,” kata dia kepada Media Prioritastv.com, Sabtu 2 Februari 2024.
Ia berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk menanggulangi masalah ini demi kesejahteraan masyarakat dan menjaga lingkungan pemukiman yang kondusif dan kandang dapat dipindahkan.
“Kami harap kepedulian pihak berwenang agar dapat memberikan teguran kepada pemilik kandang ayam boiler dan masalah ini mendapat perhatian serius,” harapnya.
Upaya untuk menghubungi pemilik kandang, Muji, terkendala. Muji tampak menghindar baik secara langsung maupun melalui telepon dan WhatsApp. Bahkan, salah satu pekerjanya menyatakan bahwa Muji sedang berada di luar kota ketika ditanya.
Kakon Sudimoro Bangun Maryono membenarkan ada warganya atas nama Muji, namun sudah memiliki usaha dari pemerintah, termasuk sudah tanda tangan lingkungan untuk mengizinkan usaha.
“Usahanya sudah berdiri sejak 15 tahun lalu di lahan terbuka,” kata Maryono.
Ia menambahkan, yang ia ketahui terkait bulu ayam dibuang di lahan sendiri yang ditutup dengan abu untuk menanggulangi bau.
“Untuk kotoran ayam untuk pupuk kandang, penanggulangan lalat sudah ada obatnya,” tegasnya.
Untuk menghindari gangguan ketertiban masyarakat atas adanya kandang ayam di pemukiman yang dikeluhkan warga, aparat terkait diharapkan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan sebaik-baiknya. (Red)








