https://youtu.be/BiX8H6-7tAI?si=h4_YrX-MCsrH35g8
Prioritastv.com, Lampung Tengah – Calon Anggota Legeslatif (Caleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil 7) Lampung Tengah (Lamteng), Munir Abdul Haris dan tim menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh KPPS Sendang Asih dan Sendangmulyo.
Dimana perolehan suara miliknya berpindah ke rekan separtainya (kanibalisme suara). Meski KPPS setempat berkeras bahwa hal tersebut bukanlah unsur kesengajaan, Munir dan tim tetap menuntut agar 4071 TPS se Lampung tengah dapat melakukan pengecekan ulang C1 Plano dan C1 Rekap guna memastikan perolehan suaranya aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak menyangka ini terjadi, tapi ini kami temukan di dua TPS. Karenanya, saya dan tim akan kembali memastikan di TPS lain aman,” kata dia, Kamis (15/02/2024).
Kanibalisme suara, lanjut dia, terjadi di TPS 19 Kampung Sendang Asih dan TPS 4 Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sendang Agung, kabupaten setempat. “Ada rekaman videonya, saat kami melakukan protes.
KPPS setempat sempat betkelit, bahwa hal itu hanya kesalahan input akibat kelelahan semata,” jelas dia.
Mantan aktivis pergerakan ini, menduga ada unsur kesengajaan. Sebab, kata dia, tak hanya di TPS 19, hal serupa juga terjadi pada TPS 4 Desa Sendangmulyo yang raib 73 suara dan pindah ke caleg yang sama.
“Suara saya malah tak ada di salinan suara C1,” ujarnya.
Kanibalisme suara itu terjadi di TPS 19 Kampung Sendang Asih dan TPS 4 Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sendang Agung, kabupaten setempat. “Ada rekaman videonya, saat kami melakukan protes.
KPPS setempat sempat betkelit, bahwa hal itu hanya kesalahan input akibat kelelahan semata,” jelas dia.
Mantan aktivis pergerakan ini, menduga ada unsur kesengajaan. Sebab, kata dia, tak hanya di TPS 19, hal serupa juga terjadi pada TPS 4 Desa Sendangmulyo yang raib 73 suara dan pindah ke caleg yang sama.
“Suara saya malah tak ada di salinan suara C1,” ujarnya.
Kendati demikian, dirinya dan tim tidak terlalu khawatir atas apa yang terjadi. Sebab, dirinya memiliki data lengkap yang dikumpulkan saksi dan relawan.
“Tapi ini mencedarai semangat demokrasi. Ini praktik kecurangan dan harus ditindak oleh Bawaslu. Kami sudah laporkan ini ke Bawaslu,” tegas dia.
Apa yang terjadi, menurut Munir sudah cukup bukti bagi Bawaslu untuk memerintahkan agar seluruh KPPS melakukan verifikasi ulang seluruh data C1 se Lampung tengah.
“Jangan sampai ini berlanjut ke tingkatan selanjutnya. Ini harus diselesaikan di TPS sebelum lanjut ke PPK,” tegasnya.
Munir yang dikenal dekat dengan Almarhum Bupati Loekman Djoyosoemarto itu mengingatkan kepada penyelenggara bahwa Lampung tengah pernah memiliki sejarah yang tidak baik terkait kecurangan Pemilu.
“Ya, Lamteng ini sejak dulu terkenal tingkat kerawanan kecurangan Pemilunya tinggi. Jangan sampai sejarah kelam terulang kembali,” kata Munir, Jumat (16/02/2024).
Menurutnya, Lamteng pernah menghebohkan jagat perpolitikan, lantaran Ketua KPU pada Pemilu 2014 menjadi terdakwa gratifikasi pemilu. “Tentu kita tidak ingin itu (kasus) kembali terjadi.
Bahkan Ketua KPU saat itu sampai meninggal ketika sedang menjalani proses pengadilan,” tuturnya.
Dirinya dan tim, lanjut dia, membuka sejarah kelam tersebut, untuk mengingatkan para penyelenggara agar berlaku jujur dan adil demi pemilu yang bersih dan bermartabat, bukan untuk menakut-nakuti.
“Ya, kita semua ingin Pemilu ini jujur dan adil. Agar tidak adalagi catatan buram tentang Pemilu,” tegasnya. (Azhari)








