Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Danton BPBD Kabupaten Pringsewu, Tabrani, memberikan keterangan resmi terkait meninggalnya Lansia kakak beradik Wariyono (60) dan Jumono (65 ), yang sedang membersihkan sumur, Jumat, tanggal 8 Maret 2024, sore.
Tabrani mengatakan, sekitar pukul 15.30 WIB, pihakanya menerima laporan dari warga terkait kecelakaan di sebuah sumur di Pekon Jatiagung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.
“Lokasi kejadian berada di Pekon Jatiagung RT 06. RW.03 melibatkan dua korban diduga akibat kekurangan oksigen atau adanya gas beracun di dalam sumur,” kata Tabrani kepada Media Prioritastv.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tabrani menjelaskan, Wariyono, korban pertama kali yang masuk ke dalam sumur menggunakan tali tambang yang diikatkan pada tiang sumur. Saat kondisi Wariyono mulai lemas, adik korban Jumono yang berada di atas sumur berusaha menolongnya dengan turun ke dalam sumur dengan terlebih dahulu berteriak meminta tolong.
Teriakan Jumono, didengar oleh tetangganya Dwi dan Toro, namun saat mendatangi sumur, mereka melihat kedua korban telah pingsan sehingga bersama berupaya untuk menolong kedua korban.
Namun karena keadaan yang tidak memungkinkan dan khawatir akan gas beracun di dalam sumur, mereka menghubungi petugas BPBD Kabupaten Pringsewu untuk evakuasi.
“Sayangnya, saat kedua korban dievakuasi, mereka sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.
Tabrani menyebut, meskipun sumur tersebut merupakan sumur mati, namun ditemukan kandungan gas yang cukup berbahaya. Usaha evakuasi dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana dan bantuan dari masyarakat setempat, mengingat kebutuhan oksigen yang mendesak.
“Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian dan dinas kesehatan, serta masyarakat setempat, untuk melakukan evakuasi korban. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi sumur yang dalam, yaitu kurang lebih 8 meter,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, Tabrani atasnama BPBD Kabupaten Pringsewu menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas kejadian yang menimpa mereka.
“Kami turut berduka. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di sekitar sumur, serta pentingnya pengetahuan mengenai bahaya gas beracun,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, tragedi menyayat hati melanda Pekon Jatiagung, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu. Dua lansia yang tengah melakukan aktivitas sehari-hari, Jumono dan Wariyono dikabarkan meninggal dunia, terjebak dalam sumur dan diduga mengalami keracunan gas. (Davit)







